Jadi Kuli Angkut, Ini Harapan Eks Pemain PSS yang Divonis Seumur Hidup

Didik Dono Hartono ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 18:23 WIB
Jadi Kuli Angkut, Ini Harapan Eks Pemain PSS yang Divonis Seumur Hidup

Mantan pemain PSS Sleman Agus Setiawan (Awank) menunjukkan kostum kebanggaannya. Awank divonis seumur hidup oleh PSSI akibat sepak bola gajah saat bertanding melawan PSIS Semarang pada 2014 lalu. (FOto-Foto: INews.id/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id – Mantan pemain PSS Sleman asal Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setiawan alias Awank, meminta kepada PSSI agar mencabut hukuman seumur hidup yang dijatuhkan kepadanya.

Awank merupakan salah satu dari tiga pemain PSS yang harus menjalani hukuman seumur hidup tidak boleh bermain sepak bola profesional terkait sepak bola gajah yang terjadi saat pertandingan antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang pada 2014 lalu.

Kini, di tengah mencuatnya kasus mafia bola dan pengaturan skor (match fixing) dan sepak bola gajah di tubuh PSSI, Awank meminta kepada induk organisasi sepak bola di Tanah Air untuk mencabut hukuman tersebut.

Awang menganggap jika hukuman yang diterimanya sangat tidak adil dan membebani moral dirinya maupun keluarga. Sejak vonis itu, Awank praktis berhenti total dari dunia sepak bola profesional.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup dan menafkahi keluarganya, Awank pun terpaksa menjadi kuli angkut serbuk kayu di depo tak jauh dari rumahnya di Desa Kuncen, Kecamatan Kranggan, Temanggung.

BACA JUGA:

Wasit Liga 2 Diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri di Polda DIY

Wasit Nurul Safarid Ditangkap Satgas Anti-Mafia Bola, Ini Kata PSSI

Terima Rp45 Juta, Wasit Nurul Safarid Ditangkap Satgas Anti-Mafia Bola


Ditemui di rumahnya, Awang masih sangat ingat peristiwa sepak bola gajah yang memalukan tersebut. Kostum PSS dengan nomor punggung 44 yang dipakai saat pertandingan tersebut masih tersimpan rapi.

Dengan mata berkaca-kaca, Awank mengaku sejak awal pertandingan antara PSS dan PSIS tidak berjalan fair play, bahkan managemen PSS meminta kepada seluruh pemainnya agar tidak menang melawan PSIS.

“Klimaksnya beberapa pemain melakukan gol bunuh diri termasuk saya. Waktu itu, semua pemain diminta mengalah,” katanya, Jumat (11/1/2019).


Atas kasus tersebut awank dijatuhi hukuman seumur hidup dilarang bermain sepak bola profesional oleh PSSI. Kini, setelah empat tahun berlalu, Awank meminta agar PSSI mencabut hukuman tersebut karena dianggap sangat membenani moral dirinya dan keluarga. Apalagi, pelatih PSS saat itu yang juga dapat vonis sudah bebas. “Anak saya yang masih SD sering diolok-olok temannya karena kasus tersebut,” ucapnya.

Awank mengaku siap kembali dipanggil PSSI ataupun Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri untuk mengklarifikasi sepak gola gajah antara PSS dan PSIS.

Pemain yang pernah merumput bersama Persitema Temanggung tersebut juga mengaku tidak pernah menerima uang suap sepeser pun dalam pertandingan tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki