Jalur Pantura Demak-Semarang Banjir, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Sukmawijaya ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 17:30 WIB
Jalur Pantura Demak-Semarang Banjir, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Kemacetan panjang terjadi di jalur Pantura Demak-Semarang setelah banjir setinggi 50 cm menggenangi ruas jalur utama transnasional itu. (Foto: iNews.id/Sukmawijaya)

DEMAK, iNews.id – Kemacetan panjang terjadi di jalur Pantura Demak-Semarang, Jawa Tengah, akibat banjir yang merendam jalur transnasional itu, Selasa (4/12/2018). Banjir terjadi akibat meluapnya sejumlah hulu sungai setelah hujan deras.

Ketinggian air yang mencapai 50 cm memaksa para pengguna jalan melambatkan laju kendaraan. Akibatnya, terjadi antrean panjang hingga lebih dari 5 km. Sementara para pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir harus menanggung risiko motornya mogok alias mati mesin lantaran terkena air. Mereka pun terpaksa menuntun sepeda motornya sambil menerjang banjir.

Warga Demak, Edi menuturkan, banjir yang terjadi jalan transnasional sudah terjadi sejak Senin (3/12/2018) malam. Namun, saat itu ketinggian air hanya sekitar 5 cm. Banjir semakin parah pada Selasa pagi akibat banjir kiriman dari hulu sungai.

“Karena curah hujan yang deras terjadi di Kabupaten Semarang menyebabkan debit sungai kawasan perbatasan Demak-Semarang melimpas,” katanya.

BACA JUGA:

Usai Hujan Badai, 3 Kawasan di Kota Semarang Terendam Banjir

Terowongan Tol Kaligawe Semarang Kebanjiran, Jalanan Macet Parah


Sejumlah pengendara sepeda motor harus menuntun kendaraannya akibat mati mesin setelah nekat menerjang banjir di jalan Pantura Demak-Semarang. (Foto: iNews.id)

Selain banjir kiriman, kata dia, genangan air di jalur pantura terus bertambah akibat limpasan rob. Kondisi banjir semakin parah dengan buruknya drainase. Meski instansi terkait sudah mendatangkan mesin pompa air untuk menyedot banjir, upaya tersebut belum berhasil mengurangi tingginya debit air.

“Selain merendam jalan pantura, limpasan air juga mulai masuk ke permukiman warga yang rumahnya berada di pinggir jalan,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki