Janda 2 Anak di Kendal Idap Kanker Rongga Mulut Ganas Butuh Bantuan, 7 Bulan Tak Bisa Makan

Eddie Prayitno ยท Sabtu, 05 Oktober 2019 - 01:25 WIB
Janda 2 Anak di Kendal Idap Kanker Rongga Mulut Ganas Butuh Bantuan, 7 Bulan Tak Bisa Makan

Aspiah, janda dua anak asal Tlogopayung, Kendal diperiks tim medis RSUD dr Soewondo Kendal. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Aspiah, janda dua anak warga Dusun Pikatan, Desa Tlogopayung, Kecamatan Plantungan, Kendal menderita kanker rongga mulut ganasganas maksila stadium empat.

Keterbatasan ekonomi membuat Aspiah sudah tujuh bulan ini tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisi kanker maksila yang menggerogoti rongga mulutnya makin besar dan bahkan kini sudah pecah hingga mengeluarkan darah.

Aspiah hanya bisa pasrah, badannya mulai kurus akibat penyakit kanger yang dideritanya. Kondisi bencolan di pipi yang pecah semakin menambah derita Aspiah karena tidak bisa makan. Perempuan berusia 32 tahun ini hanya minum teh manis dan susu sebagai asupan gizinya.

Kakak ipar Aspiah, Sunardi mengatakan penyakit yang diderita adiknya sudah mulai tujuh bulan lalu.

“Awalnya ada benjolan kecil di pipi. Keluarga hanya mengira aspiah terserang amandel. Namun setelah di periksakan dan diambil dagingnya untuk diperiksa di laboratorium terdeteksi ada kanker rongga mulut,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Tugu Semarang, namun karaena keterbatasan biaya Aspiah tidak lama menjalani perawatan di rumah sakit.

Deritanya semakin panjang karena suami yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia. Anak Aspiah pun kini diasuh neneknya karena ibunya hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, Mumamad Wibowo mengatakan, pihak rumah sakit akan memberikan pelayangan maksimal karena kanker yang diderita sudah sangat kritis dan sudah pecah sehingga perlu penanganan khusus.

“Rencananya pasien akan di rujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang setelah diobservasi oleh dokter di Rumah Sakit Soewondo,” katanya.
Keluarga berharap ada donatur dan dermawan yang bisa menolong biaya perawatan mengingat pelayanan kesehatan gratis tidak bisa menjangkau seluruh biaya operasi pengangkatan kanker maksila ini.


Editor : Kastolani Marzuki