Kakek 67 Tahun di Grobogan Tewas Terseret Arus Banjir Dini Hari Tadi

Rustaman Nusantara ยท Senin, 03 Desember 2018 - 11:46 WIB
Kakek 67 Tahun di Grobogan Tewas Terseret Arus Banjir Dini Hari Tadi

Jenazah Sutikno, korban tewas terseret arus banjir disalatkan di masjid setempat di Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan, Grobogan, Senin (3/12/2018). (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Diduga lantaran terjebak lumpur dan banjir ketika hendak mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah, seorang kakek di Grobogan, Jawa Tengah tewas terseret arus banjir, Senin (3/12/2018). Sebelumnya korban tertimpa kasur yang dia angkat hingga akhirnya terseret arus banjir yang cukup deras.

Suasana duka menyelimuti rumah anak Sutikno (67) warga Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan, Grobogan, Jawa Tengah, Senin pagi. Sutikno tewas setelah terjatuh di tengah banjir dan sempat terseret arus dini hari tadi. Kakek tua ini tidak bisa bergerak dan menyelamatkan diri saat tertimpa kasur dan terendam di dalam banjir.

Jasad sutikno kini berada di rumah anaknya yang tidak terkena banjir untuk dimakamkan. Menurut Kepala Dusun Putatsari, Ali Munawar, peristiwa terjadi pada senin pukul 02.00 WIB dini hari. Ketinggian banjir yang mulai meningkat membuat Sutikno bersama istrinya panik dan berusaha mengevakuasi seluruh barang keluar rumah.



“Namun ketika mengangkut kasur yang cukup berat, kaki korban sempat terjebak di dalam lumpur hingga tidak bisa digerakkan. Korban akhirnya jatuh tertimpa kasur dan terseret arus sejauh lima meter,” kata Ali, Saat ditemui, Senin (3/12/2018).

Istri korban yang juga sudah berusia lanjut dan dalam kondisi sakit tidak bisa berbuat banyak untuk menolong suaminya. Korban baru bisa tertolong warga satu jam kemudian.

“Ketika dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal. Sementara itu istri korban yang dalam kondisi sakit langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan,” kata Ali.

Sebelum dimakamkan, korban terlebih dahulu disalatkan di masjid setempat. Hingga Senin siang, banjir masih merendam beberapa desa di Kecamatan Grobogan, dengan ketinggian saat ini mencapai 50 hingga 80 sentimeter.


Editor : Himas Puspito Putra