Kakek Sebatang Kara di Pekalongan Tinggal di Kandang Itik dengan Kondisi Sakit

Suryono ยท Selasa, 18 Juni 2019 - 18:54 WIB
Kakek Sebatang Kara di Pekalongan Tinggal di Kandang Itik dengan Kondisi Sakit

Kakek Slamet yang hidup sebatang kara tinggal di gubuk bambu di dekat saluran irigasi Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Slamet (84) warga RT 17/RW 4, Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kondisinya memprihatinkan. Kekek renta ini tinggal di gubuk sempit dekat irigasi jauh dari tetangga.

Sudah dua tahun ini, Slamet tidur dan beraktivitas di dalam gubuk yang dibuatnya sendiri ditemani ayam dan itik peliharaannya. Tak ada barang berharga atau stok makanan di tempat ini.

Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, kakek Slamet juga sangat kesulitan, bahkan  kadang tidak makan. Dia hanya bertahan hidup dengan makan dari bantuan orang melintas atau tetangga yang peduli.

“Saya sudah lebih dari dua tahun tinggal di gubuk yang saya buat sendiri. Selama ini makan dan kebutuhan lain dari warga yang melintas juga dari warga sekitar. Kadang menjual itik atau ayam yang saya pelihara ke warga sekitar untuk membeli makan,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Kondisi Kakek Slamet ini juga menderita sakit hernia parah dan tanpa penanganan memadai. “Sakit saya sudah lama dan karena tak ada biaya serta tak ada yang mengantar sehingga tidak berobat,” kata kakek ini sambil tiduran di gubuknya.

Relawan Kabupaten Pekalongan, Aji Purwo mengaku mendapat laporan kakek Slamet tinggal di gubuk dari warga dan sudah berusaha untuk mencarikan bantuan. “Saya mendapat informasi, lalu saya cek ternyata benar ada kakek yang tinggal di gubuk, lalu kita data dan semoga bisa ada yang membantu , “ kata Aji Purwo.

Aji berharap pemerintah kabupaten segera tanggap dan bisa menolong warga ini agar tidak terlantar dan sakitnya bisa diobati.

“Dalam waktu dekat ini akan berusaha mencari keluarga yang masih mau menampung. Jika tidak ada, akan disalurkan ke panti sosial atau warga yang bisa merawatnya, terutama memenuhi kebutuhan sehari hari,“ kata Purwo.


Editor : Kastolani Marzuki