Kasus DBD, Seorang Remaja di Kendal Jateng Meninggal

Eddie Prayitno ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 14:58 WIB
Kasus DBD, Seorang Remaja di Kendal Jateng Meninggal

Suasana di rumah duka korban meninggal akibat DBD di Kalibuntu, Kendal. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) merenggut nyawa seorang remaja warga Kelurahan Kalibuntu, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2019). Korban meninggal atas nama Gilang Ramadhan (21), meski telah mendapat penanganan selama beberapa hari di rumah sakit (RS).

Informasi yang dirangkum iNews, awalnya almarhum sempat mendapat perawatan di RS Kendal saat mengalami demam. Setelah dua hari dan kondisinya makin drop, dokter merujuknya ke RS Tugu Semarang hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Kasus kematian akibat DBD ini menambah panjang daftar korban jiwa di Kabupaten Kendal. Almarhum diduga meninggal akibat DBD, namun masih akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya.

BACA JUGA: DPD Perindo Kendal dan Caleg Siapkan Fogging 100 Titik di 20 Kecamatan

Orang tua Gilang, Abdul Gani mengatakan, gejala awal anaknya mengalami panas dingin dan menggigil. Mereka lantas membawanya ke RS Darul Istiqomah Kaliwungu.

Hasil laboratorium RS menunjukkan, Gilang terkena DBD. Kondisinya terus melemah hingga dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS Semarang.

“Awalnya demam. Kami bawa ke RS dan dokter rujuk. Gejala awalnya DBD,” kata Abdul Gani di rumah duka, Selasa (12/2/2019).

Ibu almarhum Mahmudah menambahkan, sewaktu menjalani perawatan, dokter meminta tambahan 4 kantong darah untuk agar nyawanya bisa terselamatkan. Namun kondisi Gilang makin drop dan tak mengalami perubahan saat menjalani perawatan hari keenam.

BACA JUGA: Cegah DBD, Caleg Perindo Henry Gelar Fogging di Boyolali dan Sukoharjo

“Hasil pemeriksaan ulang dokter, selain gejala DBD, anak saya terkena leptospirosis. Penyakit yang disebabkan bateri akibat urine tikus,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kendal Muntoha yang dihubungi terpisah membenarkan ada warga yang meninggal diduga karena DBD.

Namun hasil pemeriksaan, da dua penyakit yang sekaligus menyerang almarhum Gilang Ramadhan. Selain DBD, gilang terserang virus leptoperosis sehingga, kondisi tubuhnya semakin menurun hingga akhinya meninggal.

Data sementara Dinkes Kendal, ada 18 kasus DBD yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Wilayah yang menjadi endemis yakni Kecamatan Brangsong dan Sukorejo.


Editor : Donald Karouw