Kasus Penganiayaan, Polisi Tembak Kaki Prabowo yang Kabur saat Ditangkap

Angga Rosa, Sindonews ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 16:19 WIB
Kasus Penganiayaan, Polisi Tembak Kaki Prabowo yang Kabur saat Ditangkap

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat ekspose tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas, Jumat (24/5/2019). (Foto/IST)

SALATIGA, iNews.id – Pelarian Bagus Andika Prabowo (25) yang terlibat kasus penganiayaan terhenti di tangan petugas. Pemuda asal Desa Galangan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), ditembak polisi lantaran coba melarikan diri saat penangkapan.

Informasi yang diperoleh, jajaran Satreskrim Polres Salatiga menangkap Prabowo setelah sempat buron hampir sepekan. Dia diringkus petugas di lokasi persembunyiannya, daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Jumat (24/5/2019) dini hari.

Namun ketika diamankan, pelaku penikaman yang menyebabkan korbannya tewas itu mencoba kabur. Petugas pun mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki kiri pelaku dengan timah panas hingga tak dapat berkutik.

Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat tindakan medis. Seusai dirawat, Prabowo digelandang ke Polres Salatiga untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

BACA JUGA: Warga Merangin Jambi Tewas Terkena Peluru Nyasar dalam Aksi 22 Mei

"Anggota kami terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku karena coba melawan dan kabur saat penangkapan," ujar Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono, Jumat (24/5/2019).

Dia menjelaskan, kronologi kasus yang menjerat Prabowo ini terjadi pada Kamis (16/5/2019). Ketika itu dia dan korban bernama Sarimin alias Tong Ting (45), warga Krajan Kalisombo RT 07/RW 05 Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, terlibat keributan di lokasi karaoke Kafe Golden Rahayu di Kompleks Sarirejo sekitar pukul 23.00 WIB.

Selanjutnya, Jumat (17/5/2019) pukul 01.00 WIB, mereka keluar dan keributan berlanjut di depan Kafe Pandawa. Dalam pertikaian itu, pelaku menusuk korban dengan senjata tajam yang mengenai bagian pinggang.

“Korban yang terluka sempat ditolong warga dan dibawa ke RSUD Salatiga, namun akhirnya meninggal dunia," kata Kapolres.

Sementara pelaku kabur usai menikam korban dan kasus ini dilaporkan ke Polsek Sidorejo. Polisi yang menerima laporan bergegas melakukan penyidikan dan mengejar Prabowo dari Kabupaten Semarang hingga Jakarta. Hingga akhirnya, pelaku terciduk saat sembunyi di rumah saudaranya daerah Cianjur.

"Selain menangkap tersangka, anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Perbuatan tersangka melanggar Pasal 351 ayat 1 KHUPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutur Kapolres.


Editor : Donald Karouw