Kasus Politik Uang Pileg 2019, Caleg Golkar Pekalongan Divonis 2 Bulan Penjara

Suryono ยท Jumat, 21 Juni 2019 - 20:32 WIB
Kasus Politik Uang Pileg 2019, Caleg Golkar Pekalongan Divonis 2 Bulan Penjara

Terdakwa kasus politik uang Faisol Khanan yang merupakan caleg Partai Golkar dapil I Pekalongan saat mendengar putusan Majelis Hakim. (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.idCaleg Partai Golkar dapil I Pekalongan Faisol Khanan divonis dua bulan penjara dan denda Rp5 juta. Dia terbukti sah dan dinyatakan bersalah atas kasus politik uang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Ketua Majelis Hakim Erlin Pujiastuti dan dua anggotanya Ustari Wiji serta Setyaningsih secara bergantian membacakan vonis dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Jumat (21/6/2019). Terdakwa Faisol Khanan dinyatakan bersalah dengan barang bukti uang Rp490.000.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Faisol Khanan dan penasihat hukum mengajukan banding. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Hafidz Mujahidin menyatakan pikir-pikir.

BACA JUGA: Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Sebut Kaum Milenial Rentan Politik Uang

Pantauan iNews, suasana jalannya persidangan berlangsung lancar. Puluhan aparat Polres Pekalongan tampak berjaga-jaga dalam ruang sidang yang dipenuhi warga. Mereka mengaku tertarik mengikuti jalannya sidang dengan agenda pembacaan putusan tersebut.

Terdakwa Faizol Khanan didampingi kuasa hukumnya, Damirin mengungkapkan kekecewaan atas putusan Majelis Hakim. Mereka pun siap mengajukan banding atas vonis tersebut.

“Kami terus terang kecewa. Dalam persidangan mulai dari barang bukti hingga pemeriksaan saksi, klien kami tidak terbukti melakukan praktik politik uang,” kata Damirin.

Sementara Ketua Tim JPU sekaligus Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan Hafis Mujahidin menilai, vonis hakim sudah sesuai dengan tuntutan jaksa, yakni kurungan dua bulan dan denda Rp5 juta.

“Putusan ini sesuai dengan tuntutan kami (JPU). Meski sudah diputus sesuai, namun kami masih menyatakan pikir-pikir dengan vonis tersebut,” ucap Hafis Mujahidin.


Editor : Donald Karouw