Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berawal dari Satu Titik Api

Puji Hartono · Jumat, 13 September 2019 - 10:34 WIB
Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berawal dari Satu Titik Api

Kebakaran hutan Gunung Merbabu di Jateng. (Foto: iNews/Puji Hartono).

MAGELANG, iNews.id - Kebakaran hutan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Jateng) berawal dari satu titik api di lereng gunung. Namun diduga karena embusan angin yang kencang membuat kebakaran meluas hingga ke puncak gunung.

Warga di di jalur pendakian Swanting, Wawan (32) mengatakan, api pertama kali terlihat pada Rabu (11/9/2019) malam hingga Kamis (12/9/2019) dini hari. Warga memantau kebakaran dari Dusun Malang, Desa Wonolelo.

"Kemarin Rabu masih kecil. Tidak tahunya saat hari Kamis menjadi semakin membesar, merambat sampai ke atas (puncak)," kata Wawan, Jumat (13/9/2019).

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, 102 Pendaki Dievakuasi

Menurut dia, biasanya wilayah yang terbakar berada di area Sabana Gunung Merbabu, meliputi pohon dan dedaunan kering di sana. Kebakaran terbesar yang pernah dialami warga ketika 2015 lalu, saat itu kobaran api terlihat.

Meski api tidak sebesar empat tahun lalu, namun dia mengakui, kebakaran hutan saat ini tergolong besar. Sebab, saat pagi dan siang hari kepulan asap tebal menyelimuti gunung.

"Lebih besar 2015. Tapi kebakaran ini lumayan besar juga," ujar dia.

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Magelang, Kompol Ngadiso mengatakan, petugas sudah patroli untuk mengecek keberadaan pendaki di gunung tersebut. Namun saat dicek semua sudah turun dari puncak sejak Kamis sore.

"Kami mengutamakan keselamatan pendaki, apalagi ada kebakaran hutan," ujar dia.

BACA JUGA: BPBD: Butuh Bom Air untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu

Sebelumnya, tercatat sebanyak 102 orang pendaki Gunung Merbabu sudah turun sejak Kamis sore. Mereka merupakan pendaki dari berbagai daerah, bahkan dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.

Jalur pendakian di Gunung Merbabu ditutup sementara lantaran adanya kebakaran hutan di puncak gunung. Penutupan ini berlaku sejak Kamis (12/9/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal