Keistimewaan Lailatul Qodar

Kastolani ยท Selasa, 21 Mei 2019 - 03:45 WIB
Keistimewaan Lailatul Qodar

Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Bulan Ramadan agar bisa menjumpai malam Lailatul Qadar. (foto: dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bulan Suci Ramadan memiliki banyak keistimewaan, salah satunya datangnya Lailatul Qadar, malam yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia.

Tidak heran jika umat Islam sangat antusias menyambut Lailatul Qadar. Sebab, malam itu merupakan malam yang paling barokah. Malam itu juga disebutkan sebagai malam yang lebih baik dibandingkan dengan 1.000 bulan.

Dalam tafsir Al jalalain, disebutkan malam Al Qodar secara sejarahnya diturunkannya Alquran dari lauhul mahfuz ke langit dunia. Kemuliaan malam tersebut sudah dikabarkan ke nabi Muhammad Saw.

Seperti yang termaktub dalam QS Al Baqarah ayat 185. "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia".

Di malam itu, malaikat Jibril bersama para malaikat lainnya turun ke bumi dan memohonkan kepada Allah untuk mengabulkan doa-doa hambaNya. "Tanazzalul malaaikatu wal ruukhu fiiha biidni Robbiim Mun kulli Amr" (QS Al Qodar:4).

Karena itu, di malam yang penuh barokah yang diriwayatkan datang pada malam-malam ganjil di sepertiga terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam hari atau qiyamullail, serta membaca Alquran.

Lailatul Qadar juga merupakan malam diputuskannya rezeki, hidup dan matinya manusia.

Lailatul Qadar merupakan hadiah teristimewa bagi umat nabi Muhammad Saw dari Allah SWT. Diriwayatkan, dalam perjalanan isra mi'raj, Rasulullah bertemu dengan umat yang sangat banyak. Usia mereka juga panjang-panjang 300-900 tahun. 

Lalu, Rasulullah bertanya. "Umat siapa itu"? Dikatakan. "Itu umat nabi Musa". Lalu Rasulullah ditunjukkan umat yang jauh lebih banyak namun usia mereka tergolong pendek hanya berkisar antara 63-100 tahun.

Melihat itu, Rasulullah gundah. Lalu, Allah memberikan hadiah Lailatul Qadar, malam yang lebih utama dari 1.000 bulan. Maksudnya, jika umat Muhammad menemui malam itu tiap tahun seolah olah dia telah beribadah selama 83,34 tahun. Jika berusia 63 tahun, maka seolah olah dia telah beribadah selama 4.000 tahun.

*Dikutip dari http://www.piss-ktb.com dengan suntingan seperlunya.

 


Editor : Kastolani Marzuki