Keracunan Makanan di SMAN 1 Weleri Kendal, Dinas Pendidikan Minta Sekolah Selektif Rangkul Jasa Katering

Eddie Prayitno ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 14:50 WIB
Keracunan Makanan di SMAN 1 Weleri Kendal, Dinas Pendidikan Minta Sekolah Selektif Rangkul Jasa Katering

Penjabat (Pj) Kepala Cabang Korwil XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, mengunjungi pelajar SMAN Kendal yang mengalami keracunan di RSI Muhammadiyah Weleri. (Foto: iNews/Eddie Prayitno).

KENDAL, iNews.id - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan mengevaluasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pengawasan makanan dan minuman yang menjadi katering kegiatan, sebaiknya ditingkatkan dengan melibatkan banyak siswa.

Penjabat (Pj) Kepala Cabang Korwil XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto mengatakan, pihak sekolah bersama panitia kegiatan harus selektif dalam memilih katering. Supaya kasus serupa tidak terulang lagi.

"Harus ada standarnya, kalau katering dan mitra penyedia konsumsi menyajikan makanan yang sehat," kata Sunarto kepada wartawan di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Weleri, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (12/10/2019).

BACA JUGA: Puluhan Pelajar SMAN 1 Weleri Kendal Keracunan usai Santap Ayam Geprek saat Kamping Sekolah

Menurut kondisi ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah supaya lebih selektif merangkul pihak konsumsi untuk kegiatan murid-murid. Apalagi jumlah siswa-siswi yang diduga mengalami keracunan jumlahnya cukup banyak.

Hingga Sabtu siang, korban keracunan yang dirawat di RSI Muhammadiyah Weleri Kendal masih tersisa 35 orang. Sebagian dari mereka diperbolehkan pulang setelah dokter mengobservasi kasusnya dan melihat kondisi kesehatan mereka mulai membaik.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 1 Weleri, Mukhlis mengatakan, kegiatan kamping di halaman sekolah yang digelar ekstrakurikuler Pramuka langsung dihentikan setelah ada kasus tersebut.

BACA JUGA: Usai Makan Siang pakai Ikan Tongkol, 54 Pelajar di Simalungun Keracunan Makanan

"Sebanyak 118 siswa-siswi dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengeluh pusing dan mual usai makan malam dengan menu ayam geprek yang disediakan," ujar Mukhlis.

Kegiatan yang rencananya berlangsung sampai Sabtu sore itu pun dibubarkan. Pihak sekolah, kata dia, fokus menangani para murid yang diduga mengalami keracunan dan mendapat perawatan di rumah sakit.

"Acara kami tutup Sabtu pagi. Mereka yang tidak mengalami keracunan langsung dipulangkan," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal