Kesetrum Massal saat Banjir, 4 Warga Probolinggo Tewas

Antara ยท Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:39 WIB
Kesetrum Massal saat Banjir, 4 Warga Probolinggo Tewas

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO, iNews.id – Peristiwa tragis dialami empat warga Jalan Sunan Kalijaga RT 2/1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Mereka tewas tersetrum saat banjir merendam permukiman warga setinggi 30 centimeter (Cm), Jumat (18/1/2019) malam.

"Kami mendapat informasi terjadi kesetrum massal yang diakibatkan korsleting listrik pada lampu penerangan jalan hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia," kata Lurah Jati Endah Dwi Kumalasari di Kota Probolinggo, Sabtu (19/1/2019).

Identitas keempat korban yakni Sri Wahyuni alias Bu Sumi (42), pasangan suami istri Joko Sandy (33) dan Elistya Hutahuruk (33), serta Totok (55). Sementara korban selamat yakni anak pasangan suami istri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk bernama Zaki (3) dan seorang warga bernama Musdalifah (50).

BACA JUGA:  Terseret Arus Banjir, Bocah di Tanjungpinang Ditemukan Tewas di Parit

"Korban Totok dan Sri Wahyuni merupakan warga Kelurahan Jati, sedangkan pasutri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk warga asal Kelurahan Kanigaran yang menyewa rumah di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati," ujar Endah.

Dia menceritakan, kejadian tragis ini bermula ketika Sri Wahyuni memegang tiang rumahnya yang terbuat dari besi, kemudian terjatuh dan spontan berteriak. Mendengar teriakan itu, Joko Sandy mendekatinya untuk menolong dengan memegang besi dan membantu korban.

Namun Joko juga terjatuh. Melihat kondisi suaminya, sang istri Elistya Hutahuruk berniat menolong yang tanpa sengaja juga memegang tiang tersebut. Tidak selang beberapa lama, korban Totok juga melakukan percobaan untuk menolong para korban namun kembali terjatuh disertai dengan matinya lampu di sekitar wilayah tersebut. Saat kejadian di lokasi sedang tergenang air banjir.

BACA JUGA: Banjir Kebumen, Ratusan Warga 5 Desa di Kecamatan Puring Mengungsi

Warga yang melihat kejadian tersebut tidak berani menolong keempat korban yang terjatuh. Mereka baru menolong keempat korban setelah memastikan aman dan tidak ada aliran listrik di sekitar lokasi. Saat itu kondisi gelap gulita karena aliran listrik padam.

Keempat korban diduga sudah meninggal di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Saleh Kota Probolinggo. Tak lama berselang pihak PLN datang ke lokasi untuk menetralisir dan mematikan seluruh aliran listrik di lokasi kejadian agar tidak terjadi hal serupa.

"Keempat korban sudah dimakamkan," ucapnya.

Sementara itu Kapolres Kota ProbolinggoAKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, kejadian tersebut disebabkan karena adanya konektor listrik yang tersangkut di plafon rumah yang terbuat dari seng dan langsung mengalirkan listrik ke tiang penyangga rumah yang terbuat dari pipa besi.

“Keberadaan Konektor listrik itu terpasang tanpa sepengetahuan PLN,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw