Ketum Pagar Nusa: Jangan Main-Main dengan Demokrasi dan NKRI

Kastolani ยท Minggu, 28 April 2019 - 16:36 WIB
Ketum Pagar Nusa: Jangan Main-Main dengan Demokrasi dan NKRI

Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) mengajak pendekar Pagar Nusa merapatkan barisan. (Foto: Dok.iNews.id)

SUKOHARJO, iNews.id- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) menegaskan jangan main-main dengan demokrasi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kecuali ingin berhadapan dengan Pagar Nusa.

Gus Nabil juga mengimbau seluruh Pendekar Pagar Nusa agar tetap solid dan satu komando dalam menjaga kiai, bangsa dan negara.

Hal tersebut diungkapkan Gus Nabil, dalam Harlah (Hari Lahir) ke-93 NU dan Latihan Gabungan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Sukoharjo di Lapangan Krida Wijaya, Minggu (28/4/2019).

Di bawah terik matahari yang sangat menyengat kulit, Gus Nabil menjelaskan, akhir-akhir ini banyak sekali fenomena mempermainkan demokrasi, provokasi dan ajakan untuk memecah belah antarsesama diumbar di media. Sebagai wadah para pendekar yang diasuh para kiai, Pagar Nusa harus tetap konsisten membela Tanah Air dan ulama, apa pun kondisinya.

“Banyak orang bilang, kelompok yang disinyalir radikal lebih solid ketimbang Nahdlatul Ulama. Kita (Pagar Nusa) harus merapatkan barisan, menjaga soliditas. Siapa pun yang bermain-main dengan demokrasi dan NKRI akan berhadapan langsung dengan pendekar Pagar Nusa,” kata Gus Nabil di hadapan ribuan pendekar Pagar Nusa.

BACA JUGA:

Pagar Nusa Minta Anggotanya Kawal dan Cegah Delegitimasi Pemilu 2019

Lawan Kebencian, Pagar Nusa Ajak Bangun Algoritme Kebersamaan

Gus Nabil juga mengingatkan para Pendekar untuk terus berkhidmat dengan cinta kasih serta akhlakul karimah kepada negara dan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, dengan keikhlasan dan kesungguhan berkhidmat, barokah para kiai bercucuran menemani aktivitas sehari-hari.

Gus Nabil juga menceritakan pengalaman pribadinya. Menurutnya, semakin serius ia berkhidmat, semakin mengalir barokah dan rejeki yang ia dapatkan. Sebaliknya, jika semangatnya kendor, maka rezekinya pun ikut kendor.

“Percayalah barokah para masyayikh kita tidak akan pernah habis. Berkhidmat di Pagar Nusa, berkhidmat di NU jangan takut menjadi miskin. Rezeki akan terus mengalir, jika kita ikhlas dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurut Gus Nabil, pendekar Pagar Nusa tidak pernah diajari kekerasan. Pendekar Pagar Nusa harus selalu mempergunakan kekuatannya selaras dengan akal dan hati nuraninya, agar selalu toleran dan ringan tangan dalam membantu, serta melindungi tanpa membeda-bedakan. Dia mengimbau agar pendekar Pagar Nusa tidak ugal-ugalan, anarkis dan tetap sowan kepada para kiai.

“NU dan Pagar Nusa besar bukan karena kita. Sebaliknya, kita semua besar dan berkembang karena berada di NU dan Pagar Nusa. Tetap rendah hati, jangan pernah merasa kitalah yang membesarkan NU, tapi merasalah NU yang membesarkan kita,” kata Gus Nabil.


Editor : Kastolani Marzuki