Kuasa Hukum Minta Nurul Qomar Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Yunibar ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 17:42 WIB
Kuasa Hukum Minta Nurul Qomar Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Pelawak senior Nurul Qomar yang ditahan Polres Brebes terkait kasus dugaan ijazah palsu kini sedang diperiksa kesehatannya oleh tim Dokkes Polres Brebes. (Foto: Okezone)

BREBES, iNews.id - Kuasa hukum pelawak senior, Nurul Qomar meminta polisi untuk tidak menahan kliennnya karena kondisinya saat ini sedang sakit asma.

Mantan pentolan grup lawak Empat Sekawan itu saat ini mendekam di rumah tahanan (Rutan) Mapolres Brebes terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah S-2 dan S-3 saat pencalonan rektor di Universitas Muhadi Setia Budi (UMUS), Brebes beberapa tahun lalu.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak menahan klien kami karena saat ini sedang sakit asma,” kata Kuasa Hukum Nurul Qomar, Furqon Nurzaman di Mapolres Brebes, Selasa (25/6/2019).

BACA JUGA:

Dugaan Ijazah Palsu, Pelawak Nurul Qomar Ditahan Polisi di Brebes

Terancam 7 Tahun Penjara, Qomar Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Mapolres Brebes

Qomar ditangkap tim Unit Tipiter Satreskrim Polres Brebes pada Senin (24/6/2019) malam, di rumahnya kawasan Talun, Cirebon, Jawa Barat.

Penahanan Qomar berawal pada Januari 2017 lalu saat tersangka mencantumkan surat kelulusan atau ijazah S-2 dan S-3 yang diduga kuat palsu untuk mendaftar rektor UMUS Brebes. Qmar kemudian terpilih sebagai rektor pada November 2017.

Namun, Qomar tidak bisa menunjukan ijazah asli kepada panitia wisuda mahasiswa UMUS, sehingga menyebabkan pihak yayasan merasa dirugikan dan melaporkan kasus itu ke polisi.

Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, tersangka Nurul Qomar dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. “Kita kenakan Pasal 263 KUHP. Ancaman hukumannya tujuh tahun,” ucapnya.

Tri Agung mengatakan, sebelum ditahan di Rutan Mapolres Brebes, tersangka suah dua kali dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Namun, tersangka tidak pernah hadir sehingga penyidik menjemput paksa di rumahnya.

“(Penetapan tersangka) sudah dua bulan yang lalu. Sudah kita kirim suratnya waktu itu dan dilakukan pemanggilan untuk diperiksa. Tapi yang bersangkutan tidak pernah hadir. Karena itu, kita jemput paksa,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki