Longsor di Kebumen, Batu Besar Tutup Akses Jalan Raya Ayah-Karangbolong

Joe Hartoyo ยท Kamis, 07 November 2019 - 09:03 WIB
Longsor di Kebumen, Batu Besar Tutup Akses Jalan Raya Ayah-Karangbolong

Warga bersama petugas Tagana dan TNI bergotong royong menggeser batu besar yang menutupi badan jalan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews/Joe Hartoyo)

KEBUMEN, iNews.id – Batu besar dari tebing longsor di jalan raya Ayah –Karangbolong di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumena, Jawa Tengah (Jateng), longsor Rabu malam (6/11/2019). Batu itu menutup jalan raya sehingga kendaraan roda empat sempat tidak bisa melintas.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah ini sejak Selasa kemarin. Batu besar dengan berat sekitar 1,5 ton yang berada di tebing setinggi 15 meter itu, longsor ke badan jalan.

Beruntung longsor terjadi malam hari di saat jalan dalam kondisi sepi sehingga tidak ada korban jiwa. Akibat kejadian ini, jalan menuju Karang Bolong ditutup. Kendaraan roda empat tidak bisa melintas, hanya kendaraan roda dua saja bergantian. Antrean kendaraan pun sempat terjadi.

“Yang bisa melewati jalan hanya sepeda motor karena jalan sempat tertutup batu besar yang longsor dari atas tebing,” kata petugas Tagana Kebumen, Sukamsi, Kamis (7/11/2019).

 

BACA JUGA:

Pasangan Pengantin Baru di Cianjur Meninggal Dunia Tertimbun Longsor

Longsor Landa Kawasan Perbukitan di Jember, Warga Panik Berhamburan

 

Sukamsi mengatakan, warga dibantu petugas Tagana serta aparat TNI dan Polri berusaha keras menyingkirkan batu besar dengan alat seadanya. Mereka juga sempat berusaha menghancurkan batu besar, namun tidak banyak berpengaruh. Warga dan petugas akhirnya beramai-ramai menggeser batu besar tersebut ke pinggir jalan sehingga lalu lintas kembali lancar.

“Setelah kami beramai-ramai menggeser batu besar ke pinggir jalan, jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Lalu lintas sudah lancar,” kata Sukamsi.

Memasuki musim penghujan, longsor berpotensi terjadi di Kabupaten Purworejo. Warga diimbau untuk berhati-hati dan waspada, terutama di kawasan-kawasan yang rawan longsor.


Editor : Maria Christina