Ma'ruf Amin Ajak Warga Nahdliyin Pilih Capres-Cawapres dari NU

Eddie Prayitno · Senin, 04 Februari 2019 - 18:03 WIB
Ma'ruf Amin Ajak Warga Nahdliyin Pilih Capres-Cawapres dari NU

Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin saat menghadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama di Alun-Alun Kendal, Jateng. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengajak warga Nahdliyin untuk memilih calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Ajakan itu diungkapkan Kiai Ma’ruf di depan ribuan warga NU yang menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama di Alun-Alun Kendal, Jawa Tengah, Senin (4/2/2019).

Menurut mantan Rais Aam PBNU ini, lewat kiai dan ulama pembangunan di Indonesia akan lebih baik karena dilakukan lewat jalan kultural.

Kiai Ma’ruf mengungkapkan alasan dirinya menerima tawaran menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Selain sebagai amanah dan dorongan dari kiai dan ulama yang harus dijalani, tawaran tersebut merupakan bentuk penghargaan Jokowi kepada ulama NU agar indonesia lebih baik.

“Saya menerima tawaran ini karena penghargaan kepada ulama. Ulama dihargai, ulama diajak untuk ikut ngurus negara ini. Ulama NU. Ada yang bilang yang dipilih mobil mogok. Ada pemilih bupati, gubernur yang diminta dukungan kiai. Tapi, kalau sudah jadi, wabillahit taufiq wal hidayah,” kata Kiai Ma’ruf.

BACA JUGA:

Deklarasi JKSN, Umi Azizah: Menangkan Jokowi-Kiai Ma'ruf Jihad Akbar

Kiai Ma'ruf: Dulu Orang NU Kehilangan Sandal, Kini Kehilangan Masjid

Silaturahmi ke KH Dimyati Rois Kendal, Kiai Ma'ruf Didoakan Menang

Ketua MUI nonaktif mengaku akan berjuang baik kultural maupun struktural jika terpilih dan menang pada Pemilu 2019. Karena itu, Kiai Ma’ruf berpesan kepada Nahdliyin untuk memilih dan mendukung calon presiden dan wakil presiden dari kalangan NU.

Kiai Ma’ruf juga berpesan kepada warga NU untuk terus mengawal ajaran Islam sesuai dengan akidah ahlusunah wal jama’ah. Sebab, saat ini banyak ulama yang berdakwah dengan cara yang tidak santun. “Berbeda dengan NU yang selalu berdakwah secara santun dan suka rela. tidak ada intimidasi dan ancaman,” katanya.

Ketua Bawaslu Kendal, Odilya Ami Wardayani ketika dikonfirmasi mengatakan kedatangan cawapres nomor urut 01 hanya menghadiri pengajian umum peringatan Harlah NU dan tidak ada izin berkampanye. “Kita masih akan kaji dulu soal ajakan untuk mendukung dirinya (Kiai Ma’ruf) di Harlah NU,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki