Mahfud MD Nilai Rencana Pra Peradilan Amien Rais Tak Wajar

Kristadi ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 21:09 WIB
Mahfud MD Nilai Rencana Pra Peradilan Amien Rais Tak Wajar

Mantan Ketua MK Mahfud MD. (Foto: Dok. iNews.id)

SEMARANG, iNews.id – Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai rencana pengajuan pra peradilan oleh kubu Amien Rais terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet tidak wajar. Menurut Mahfud, yang boleh mengajukan pra peradilan hanya Ratna Sarumpaet karena sudah berstatus tersangka.

“Sama sekali tidak wajar. Tidak ada pra peradilan sebelum orang ditetapkan sebagai tersangka. Kalau belum dinyatakan tersangka tidak bisa. Amein Rais dan Pak Prabowo kan belum jadi tersangka,” kata Mahfud MD ditemui seusai mengisi kuliah umum di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/10/2018).

Menurut Mahfud, baik Amien Rais ataupun Prabowo Subianto jika dipanggil polisi sebaiknya untuk datang dan menjelaskan kejadian sesungguhnya kepada polisi.

“Jika memang benar-benar atas rasa kemanusian, percaya ada penganiayaan dan sungguh-sungguh tidak mengetahui jika hal itu bohong, pihak Amien Rais dan Prabowo Subianto tidak perlu mangkir jika dipanggil kepolisian,” kata Mahfud MD.

BACA JUGA:

Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, 300 Advokat Siap Dampingi Amien Rais

Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais Akan Penuhi Panggilan Ulang Polisi

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskkan, seseorang dapat dijerat hukum jika memenuhi dua unsur yakni, kejahatan atau kesalahan yang dilakukan dan mens rea, yaitu sikap bathin pelaku saat melakukan kejahatan atau kesalahan tersebut. “Kalau menurut saya, Pak Amin Rais datang saja. Kalaupun tidak dipanggil ya minta dipanggil untuk menjelaskan yang sesunggughnya,” tandasnya.

Sebelumnya, tim Prabowo-Sandi berencana mengajukan pra peradilan terhadap Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Pengajuan pra peradilan tersebut akan diajukan setelah mengetahui Amin Rais dipanggil Polda Metro Jaya.

Kasus hoaks Ratna Sarumpaet menyeret mantan Ketua MPR Amien Rais. Amien bahkan sudah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Namun, Amien Rais tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada 5 Oktober 2018 lalu. Polisi pun kembali menjadwalkan ulang untuk memeriksan Amien Rais pada Rabu (10/10/2018). Belakangan, ada 300 advokat yang siap mendampingi Amien Rais untuk menghadapi kasus itu.


Editor : Kastolani Marzuki