Mahfud MD: Puasa Itu Membentuk Manusia Bertakwa dan Menimbulkan Ketenangan

Kastolani ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 02:30 WIB
Mahfud MD: Puasa Itu Membentuk Manusia Bertakwa dan Menimbulkan Ketenangan

Mantan Ketua MK Mahfud MD. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Ibadah puasa Ramadan yang rutin dilakoni umat Islam tiap tahun sejatinya bermuara membentuk manusia yang bertakwa. Karena itu, jika orang berpuasa, namun masih penuh kemurkaan perlu melakukan koreksi diri.

“Puasa adalah menguatkan takwa. Takwa akan menimbulkan ketenangan. Jika di bulan puasa ini kita masih merasa tidak tenang, penuh kemurkaan, dan gelisah berarti kita yang salah dalam berpuasa,” ujar Guru Besar UII Yogyakarta, Mahfud MD dalam cuitannya di Twitter.

Mantan Ketua MK itu mendorong agar setiap Muslim bisa mengendalikan hawa nafsu supaya puasa tidak sekadar formalitas menunaikan kewajiban syariat. “Kata Ubay ibn Ka'ab takwa adalah berhati-hati,” ucap Mahfud.

Mahfud lantas mengisahkan riwayat Sayidina Umar Ibnu Khattab dengan Ubay Ibnu Ka’ab. Umar ibn Khattab berkata: "Apakah takwa itu?" Ubay ibn Ka'ab menanggapi: "Pernahkah kamu berjalan di tepi jurang yang berbahaya?" Umar: "Pernah". 

Ubay: "Apakah yang kau lakukan?"

Umar: "Aku akan terus berjalan dengan penuh hati-hati untuk mencapai tujuan."

Ubay ibn Ka’ab: "Nah, itulah takwa, yakni hidup dengan penuh hati-hati."

Menurut Mahfud, orang yang berpuasa namun selalu mencari kesalahan-kesalahan orang lain tidak akan meraih pahala, bahkan pahalanya habis dan dosanya bertambah, sebagaimana sabda Rasulullah:

“Tahukan kamu siapakah org yang bangkrut ? Para sahabat: Orang yang kehabisan aset dan uang-uangnya dalam bisnis. Rasul lalu meluruskan bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang saat hidupnya melakukan ibadah-ibadah dengan baik, tapi pahalanya habis dan dosanya bertambah karena kesalahan-kesalahannya kepada orang lain
”.

 


Editor : Kastolani Marzuki