Mayat Pria Pakai Bra Ditemukan di Sawah Desa Kepanjen, Diduga Korban Pembunuhan

Saeful Efendi ยท Senin, 09 September 2019 - 19:01 WIB
Mayat Pria Pakai Bra Ditemukan di Sawah Desa Kepanjen, Diduga Korban Pembunuhan

Petugas Polres Klaten olah TKP di lokasi penemuan mayat di sawah di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jateng, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews/Saeful Efendi)

KLATEN, iNews.id – Warga menemukan sesosok mayat pria mengenakan bra di pinggir sawah di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019) siang. Mayat tersebut diduga korban pembunuhan karena di tubuhnya ditemukan sejumlah luka.

Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga Desa Kepanjen. Mayat tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar yang bekerja di sawah. Kondisi mayat terkelungkup di saluran irigasi. Mayat laki-laki itu diduga waria karena mengenakan bra, jaket berwarna merah muda, dan celana jins biru.

Warga selanjutnya melaporkan penemuan mayat kepada Polres Klaten. Tidak lama kemudian, sejumlah polisi datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kabupaten Sleman, DIY untuk divisum.

BACA JUGA:

Geger Temuan Mayat Perempuan di Medan, Tangan Terikat dan Luka Parah di Kepala

Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana dalam Kebun Timun di Medan Marelan

Polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah melakukan pencarian, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Salah satunya tas yang kondisinya kosong. Namun, polisi tidak menemukan kartu identitas korban di sekitar TKP.

Sementara warga setempat juga mengaku tidak mengenali mayat tersebut. Warga hanya mengetahui mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, namun berpenampilan perempuan.

“Mayatnya sepertinya waria. Identitasnya tidak tahu, kondisinya tadi tengkurap,” kata warga setempat, Agus Sunaryo.

Petugas Satreskrim Polres Klaten masih menangani kasus dugaan pembunuhan ini. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata dan menunggu hasil visum mayat tersebut untuk mengetahui penyebab korban tewas.


Editor : Maria Christina