Merapi Keluarkan 6 Kali Awan Panas Pagi Ini, Warga Dengar Gemuruh

Saeful Efendi, Antara ยท Senin, 18 Februari 2019 - 09:43 WIB
Merapi Keluarkan 6 Kali Awan Panas Pagi Ini, Warga Dengar Gemuruh

Plt Kepala BPBD Klaten Dody Hermanu menunjukkan detik-detik saat Gunung Merapi mengeluarkan asap panas, Senin (18/2/2019). (Foto: iNews/Saeful Efendi)

KLATEN, iNews.idGunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY terus mengeluarkan lava pijar dan awan panas. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Merapi 6 kali semburkan awan panas, Senin (18/2/2019) pukul 06.05 WIB, 06.13 WIB, 06.24 WIB, 06.25 WIB dan 06.28 WIB.

Awan panas guguran itu keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer (Km) ke arah Kali Gendol. Selanjutkan pukul 07.32 WIB, gunung teraktif di Indonesia itu kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 200 meter ke arah Kali Gendol dan tinggi asap 400 meter.

Awan panas guguran lava pijar ini berpotensi menimbulkan hujan abu. Warga di lereng Merapi diharapkan tenang serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanis.


BPPTKG juga menyebutkan berdasarkan data seismik periode 00.00-06.00 WB terekam 31 kali gempa guguran dengan durasi 12-92 detik disertai 3 kali guguran lava ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 700-900 meter.


"Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanis," tulis BPPTKG melalui akun twitter resminya, Senin (18/2/2019).

BACA JUGA: Warga Boyolali Merasa Takut Dengar Gemuruh Gunung Merapi Setiap Malam

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang dirilis BPPTKG periode 8-14 Februari 2019, volume kubah lava gunung relatif tetap dengan data pekan sebelumnya, yakni mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari. Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi. Kegiatan pendakian untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

“Relawan kami di atas (lereng Merapi) memastikan kondisi masyarakat masih aman dan terkendali. Memang tadi sempat mengeluarkan lima kali sempuran awan panas hingga 1 Km,” ujar Plt Kepala BPBD Klaten Dody Hermanu, Senin (18/2/2019).

Sementara warga 3 desa, yakni Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo Kemalang yang berada di kawasan rawan bencana atau berjarak 5 Km dari puncak Merapi mengaku sudah sering mendengar suara gemuruh. Mereka tetap waspada dan siap mengungsi secara swadaya jika kembali terjadi letusan.


Editor : Donald Karouw