Minimalisasi Korban Longsor, BPBD Imbau Warga Giatkan Ronda Malam

Antara ยท Senin, 21 Januari 2019 - 15:23 WIB
Minimalisasi Korban Longsor, BPBD Imbau Warga Giatkan Ronda Malam

Ilustrasi bencana longsor di malam hari. (Foto: iNews).

SEMARANG, iNews.id - Masyarakat yang tinggal di area rawan longsor daerah-daerah Jawa Tengah (Jateng) diimbau menggiatkan ronda malam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang menerjang permukiman mereka.

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, masyarakat harus selalu siap siaga menghadapi bencana.

BACA JUGA: Bencana Tanah Longsor di Magelang Renggut 1 Korban Jiwa

"Caranya kembali menggiatkan ronda malam untuk meminimalisasi jumlah korban," kata Sarwa di Kantor BPBD Jateng, Kota Semarang, Senin (21/1/2019).

Menurut dia, dengan ronda malam di setiap RT yang berada di daerah rawan bencana, khususnya longsor, bisa mengetahui dan mendeteksi potensi tanah longsor. Apalagi, peristiwa tersebut lebih sering terjadi pada malam hari.

"Pada saat terjadi bencana tanah longsor malam, itu yang paling fatal. Saya khawatir pada tidur nyenyak tidak ada yang jaga ronda," ujarnya.

BACA JUGA: Diguyur Hujan Semalaman, Kebumen Dilanda Banjir dan Longsor

Menurut dia, ronda malam merupakan kearifan lokal itu perlu digiatkan kembali. Sarwa meyakini kalau musibah longsor ini didahului dengan suara gemuruh sehingga secara cepat masyarakat dipanggil melalui kentongan.

Sarwa mengatakan daerah di Jateng yang rawan bencana tanah longsor antara lain Kabupaten Wonosobo, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Pemalang, Kudus, Karanganyar, dan Brebes.

Selain mengimbau masyarakat menggiatkan ronda malam, BPBD Jateng bersama pihak terkait juga telah memasang puluhan alat peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana dan jumlah korbannya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal