Modus Berpacaran, Pemuda di Magelang Sebarkan Video Porno Korban

Antara ยท Kamis, 07 Februari 2019 - 17:26 WIB
Modus Berpacaran, Pemuda di Magelang Sebarkan Video Porno Korban

Ilustrasi video porno beredar di media sosial. (Foto: Istimewa).

MAGELANG, iNews.id - Polres Magelang, Jawa Tengah (Jateng) menahan seorang pemuda yang diduga menjadi pelaku penyebaran video bugil seorang perempuan. Modusnya dengan berpura-pura menjalin asmara dengan korban hingga akhirnya berujung pada pemerasan.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka berinisial MAP (21) dan korbannya AS (17). Keduanya sama-sama warga Kabupaten Magelang yang saling berkenalan di media sosial pada Jumat (25/1/2019).

"Awalnya mereka tidak saling kenal, kemudian berkomunikasi lewat Facebook Messenger," kata Yudianto di Mapolres Magelang, Jateng, Kamis (7/2/2019).

Setelah intens berkomunikasi, tersangka MAP memperdaya korban. Mereka kemudian menjalin hubungan asmara, namun hanya lewat media sosial saja. Tersangka juga diduga menggunakan akun palsu untuk menipu AS.

"Korban lalu mengirimkan foto dan video bugilnya ke tersangka. Diam-diam MAP menyimpannya, dan menyebarkan ke beberapa teman-teman korban," ujar dia.

Dari sana, tersangka kemudian mengancam korban agar mengirim sejumlah uang. Jika tidak dipenuhi, video bugil korban akan disebarluaskan ke media sosial. Karena sudah panik, korban AS pun langsung mentransfer uang yang diminta MAP ke nomor rekeningnya.

Setelah uang tersebut dikirimkan, tersangka tetap saja menyebarkan foto serta video bugil korban. Karena merasa sudah dikecewakan, AS kemudian melaporkan aksi tersebut ke kepolisian.

"Karena, setelah ditransfer, tersangka tetap menyebarkan video bugil korban," katanya.

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut kemudian menerjunkan tim Resmob untuk mengejar MAP. Tersangka diamankan oleh polisi saat di jalan, wilayah Mungkid pada Rabu (6/2/2019).

"Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka ternyata sudah melakukan perbuatan yang sama kepada tiga orang berbeda," ujar Yudianto.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal