PB Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis, Begini Respons Gubernur Jateng

Nur Choiruddin, Antara ยท Rabu, 11 September 2019 - 01:00 WIB
PB Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis, Begini Respons Gubernur Jateng

PB Djarum diharapkan terus mengggelar audisi bulu tangkis untuk menjaring bibit-bibit muda di cabang olahraga andalan itu. (Foto: iNews.id/Saladin Ayyubi)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong kegiatan audisi umum beasiswa bulu tangkis yang digelar PB Djarum bisa tetap berjalan tiap tahun karena merupakan salah satu ajang pencarian bibit-bibit andal di Indonesia.

Menurut Ganjar, selama ini PB Djarum selaku penyelenggara audisi bulu tangkis telah banyak melahirkan atlet-atlet bulu tangkis dari Indonesia yang mampu menjadi juara dunia dengan melakukan pencarian bibit-bibit muda tiap tahun di beberapa wilayah.

“Jadi kalau Djarum selama ini sudah membantu pembinaan bulu tangkis, saya mendorong agar itu tetap berjalan karena itu dalam rangka mencari talenta anak-anak kita, khususnya di Jawa Tengah agar jadi champions di badminton," kata Ganjar di Semarang, Selasa (10/9/2019).

Orang nomor satu di Jateng itu mengakui pembinaan atlet tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pemerintah dan membutuhkan dukungan dari pihak swasta.

Ketika hendak meluncurkan program pembinaan atlet Jawa Tengah, Ganjar mencanangkan satu perusahaan satu cabang olahraga.

“Olahraga kita itu butuh dukungan swasta, kalau negara saja mengurus olahraga pasti kurang, maka kita mengajak swasta. Sudah ada swasta bagus serta melakukan terus menerus, bahkan menjadi legenda jangan dihentikan. Saya menggandeng swasta itu kesulitan, ini yang sudah ada bagus malah mau dihentikan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Audisi Bulu Tangkis PB Djarum di Purwokerto, KPAI: Masih Ada Eksploitasi Anak

Hentikan Audisi Bulu Tangkis, Direktur PB Djarum: Kami Tidak Diberi Ruang

Terkait polemik antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ganjar menyebut mesti segera diselesaikan dengan dialog karena dikhawatirkan jika berlarut-larut akan berimbas pada munculnya bibit-bibit unggul bulu tangkis yang selama ini jadi cabang olahraga andalan Indonesia di ajang internasional.

“Kalau kemarin ada problem di KPAI, yang dipersoalkan adalah gambar, mari soal desain dan layout-nya kita bicarakan ulang, tapi bukan berarti menghentikan,” katanya.

Mengenai hal tersebut, Pemprov Jateng pun siap memfasilitasi penyelesaian masalah antara PB Djarum dengan KPAI, terlebih selama ini banyak atlet bulu tangkis andal asal Jawa Tengah yang ditempa oleh PB Djarum.

“Saya siap berdialog dengan KPAI maupun dengan Djarum karena ini ada kaitannya dengan audisi yang dilakukan di beberapa kota di Jawa Tengah, kami punya kepentingan agar atlet-atlet berbakat kita bisa juara,” ujarnya.

Direktur PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, perseteruan antara KPAI dan PBD Djarum Kudus berkaitan dengan audisi beasiswa bulu tangkis yang digelar setiap tahun untuk mencari bibit-bibit muda pebulu tangkis sebenarnya sudah terjadi sejak satu tahun lalu.

Namun puncaknya terjadi ketika audisi tersebut kembali digelar tahun 2019 ini. Saat audisi pertama beasiswa bulu tangkis PB Djarum digelar di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, KPAI kembali meminta PB Djarum dalam audisi tersebut tidak menggunakan atribut atau brand image Djarum sebagai produsen rokok.

Diketahui, PB Djarum mengumumkan akan menghentikan audisi umum bulu tangkis pada 2020 sehingga penyelenggaraan audisi 2019 akan menjadi tahun terakhir.

Keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori KPAI agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulu tangkis.


Editor : Kastolani Marzuki