Pegawai Kejari Rembang Ditahan, Diduga Tak Setorkan Denda Tilang Rp3,025 Miliar

Donny Marendra ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 17:22 WIB
Pegawai Kejari Rembang Ditahan, Diduga Tak Setorkan Denda Tilang Rp3,025 Miliar

Tersangka kasus dugaan korupsi Adian Nur Cahyo menutupi wajahnya dengan map merah saat keluar dari Ruang Pemeriksaan Bidang Pidana Khusus Kejati Jateng, Kota Semarang, Jumat (16/8/2019). (Foto: iNews/Donny Marendra)

SEMARANG, iNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) menahan seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, Adian Nur Cahyo. Tersangka yang bertugas di bagian tata usaha diduga melakukan korupsi dengan tidak menyetorkan uang denda tilang atau bukti pelanggaran lalu lintas sebesar Rp3,025 miliar kepada negara.

Tersangka Adian Nur Cahyo tampak menutupi wajahnya dengan map saat keluar dari Ruang Pemeriksaan Bidang Pidana Khusus Kejati Jateng. Tersangka yang baru saja diperiksa langsung dibawa petugas ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedung Pane untuk ditahan.

“Ini pemeriksaan tahap kedua, dari penyidik ke penuntut umum, penyerahan tersangka, barang bukti, dan berkas perkara tersangka Adian Nur Cahyo,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Ketut Sumedana, Jumat (16/8/2019).

BACA JUGA:

KPK Beberkan Konstruksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak PT WAE

KPK Akan Usut Dugaan Korupsi Karhutla

Ketut Sumedana mengatakan, pegawai bagian Tata Usaha Kejari Rembang itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp3,025 miliar. Kerugian tersebut terjadi karena tersangka tidak menyetorkan uang denda tilang lalu lintas kepada negara dari kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2018.

“Modusnya, pegawai tata usaha ini tidak menyetorkan dana verstek selama 2015 sampai 2018. Terungkapnya kasus ini dari hasil pemeriksaan internal kejaksaan, kemudian diserahkan kepada penyidik tindak pidana khusus,” kata Ketut Sumedana.

Sementara dari keterangan tersangka, uang sebesar Rp3,025 miliar tersebut digunakan tersangka untuk keperluan pribadi. Meski demikian, Kejati Jateng akan menelusuri jejak harta benda tersangka.

Bila tersangka tidak berinisiatif mengembalikan kerugian negara itu, Kejaksaan akan menyita harta bendanya. Bercermin dari kasus ini, Kejati Jateng juga akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyetoran uang denda pelanggaran tilang.


Editor : Maria Christina