Pembacok Balita hingga Tewas di Temanggung Diperiksa Kejiwaannya

Didik Dono Hartono ยท Rabu, 14 November 2018 - 11:24 WIB
Pembacok Balita hingga Tewas di Temanggung Diperiksa Kejiwaannya

Lokasi pembunuhan balita dengan pelaku Sunaryo alias Yoyok (26) di Dusun Gandon, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Temanggung. (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id – Sejumlah warga di Temanggung, Jawa Tengah, mengaku masih trauma dengan aksi pembantaian yang menewaskan seorang balita dan melukai dua korban lain, Senin (12/11/2018) sore lalu. Sementara itu, pelaku pembunuhan kini dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diobservasi kejiwaannya. Meski begitu, polisi akan tetap memproses perkara ini hingga ke pengadilan.

Suasana di Dusun Gandon, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Temanggung, tampak sepi. Banyak warga yang masih trauma dengan aksi pembantaian yang terjadi Senin sore kemarin.

Sosok pelaku Sunaryo alias Yoyok (26), di mata warga sangatlah sopan dan tidak ada perilaku menyimpang. Sehari-hari dia ramah terhadap warga. Warga pun banyak yang tidak menyangka Yoyok tega membantai anak tetangganya yang masih balita itu hingga tewas di tempat.

“Pelaku itu sehari-harinya baik-baik saja Mas. Orangnya sopan. Tidak pernah berbuat macem-macem. Kalau sama tetangga juga baik hati. Selama ini tidak pernah marah-marah juga atau mengamuk begitu,” ucap salah seorang warga, Riki Susanto, Rabu (14/11/2018).

BACA JUGA: Pulang dari Tambang, Pria ini Bacok Balita hingga Tewas di Temanggung

Namun perangai pelaku berubah seketika saat pembantaian itu terjadi. Riki menjelaskan, saat itu pelaku seperti orang yang kesurupan. Sebelumnya, Yoyok yang sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kawasan Merapi itu dikabarkan sedang dalam kondisi linglung sehingga diajak pulang ke Temanggung.

Sebelum sampai di Temanggung, Yoyok diperiksa ke dokter jiwa, namun dia menolak disuntik dan tidak mau minum obat. Dia kemudian langsung masuk mobil. Sesampainya di rumah, Yoyok mulai berteriak-teriak kemudian lari ke dapur dan mengambil golok, setelah itu mengejar ibunya Warsi dan anaknya Danu. Beruntung, Warsi dan Danu berhasil melarikan diri.

Dia pun lari ke rumah tetangganya, Kholisatun, yang saat itu sedang duduk di depan rumah bersama anaknya yang masih balita. Tanpa basa basi, Yoyok langsung membacok keduanya dan pergi menggunakan sepeda motor milik Tri Vidayani, istri Riki.

“Dia kan sampat pergi terus membacok orang lagi di tempat lain (korban ketiga bernama Atik). Habis itu dia datang lagi ke rumahnya terus memecahkan kaca dan kabur,” ucapnya.

Polisi yang mendapat laporan mengenai peristiwa itu kemudian mengejar pelaku. Yoyok akhirnya berhasil ditangkap di Dusun Tambor, Desa Gandon, setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil polisi. Dia pun langsung diamankan ke Polres Temanggung.


Editor : Himas Puspito Putra

Halaman : 1 2