Pemindahan Terpidana Mati ke Nusakambangan Tak Terkait Eksekusi

Antara ยท Minggu, 02 Desember 2018 - 00:10 WIB
Pemindahan Terpidana Mati ke Nusakambangan Tak Terkait Eksekusi

Proses pemindahan terpidana mati ke Nusakambangan. (Foto: iNews/Heri Susanto).

SEMARANG, iNews.id - Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah (Jateng), Heni Yuwono, membantah kalau pemindahan sembilan terpidana mati ke Pulau Nusakambangan terkait dengan pelaksanaan eksekusi mati pelaku.

"Pemindahan ini berkaitan dengan peningkatan pembinaan saja," kata Yeni di Semarang, Jateng, Sabtu (1/12/2018).

Peningkatan pembinaan, menurut dia, merupakan hal penting bagi terpidana mati. Sedangkan, untuk pelaksanaan eksekusi mati sendiri, merupakan ranah Kejaksaan Agung (Kejagung).

Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Nusakambangan memang didesain memang untuk narapidana kelas kakap, tempat ini diharapkan bisa memutus mata rantai kejahatannya.

BACA JUGA: Puluhan Napi Teroris dari Gunung Sindur Dipindahkan ke Nusakambangan

"Kami harap bisa memutus mata rantai dengan dipindah ke Nusakambangan," ujar dia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ada 63 narapidana (napi) penghuni Lapas Gunungsindur, Bogor, dipindah ke Nusakambangan, Cilacap. Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya kasus narkotika dan 34 lainnya kasus terorisme.

Dari puluhan napi itu, sembilan di antaranya merupakan napi kasus narkotika yang divonis mati.

Pemindahan tersebut berlangsung pada Rabu (28/11/2018) siang, dan mendapat pengamanan ketat dari dari brimob bersenjata lengkap dan Tim Densus 88 Anti Teror.

Pemindahan puluhan terpidana ke Nusakambangan ini karena para napi ini tergolong beresiko tinggi atau high risk. Sejumlah lapas di Nusakambangan memang diperuntukkan menampung terpidana beresiko tinggi. 


Editor : Andi Mohammad Ikhbal