Pencarian 4 Korban Banjir Bandang di Pemalang Dihentikan Sementara

Suryono ยท Rabu, 24 April 2019 - 23:10 WIB
Pencarian 4 Korban Banjir Bandang di Pemalang Dihentikan Sementara

Warga mengevakuasi korban banjir bandang di Sungai Rajasa, Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEMALANG, iNews.id – Pencarian empat korban banjir bandang di Sungai Rajasa, Desa Beluk, Kecamatan Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihentikan sementara akibat terhalang cuaca buruk dan kondisi lokasi yang gelap gulita.

Keempat korban yang masih hilang saat terjadi banjir bandang pada Rabu (24/4/2019) petang, yakni Tendi (11), Fatir (12), Rahma (11), dan Diki (11). Sedangkan Iis (11) dan Tarno (55) sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Camat Belik, Heru Weweg Sembodo mengatakan, upaya pencarian keempat korban untuk sementara dihentikan karena terhalang hujan deras dan lokasi gelap gulita. “Sampai saat ini muspika, Pemalang rescue, sejumalah relawan dibantu warga masyarakat hanya berjaga di dsekitar lokasi sambil menunggu cuaca bagus,” ujarnya.

Dia mengatakan, pencarian keempat korban akan dilanjutkan pada Kamis (25/4/2019) dengan melibatkan tim SAR dan Pemalang Rescue, serta warga.

Heru menyebutkan, banjir bandang terjadi karena di wilayah hulu atau di lereng Gunung Slamet terjadi hujan deras sejak siang. Hal itu mengakibatkan air sungai meluap dan terjadi banjir bandang.

“Anak-anak tidak bisa menyelamatkan diri karena derasnya air demikian juga orang tuanya yang hendak menolong juga menjadi korban,” kata Heru.

BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Pemalang, 2 Tewas dan 4 Orang Masih Hilang

Warga Desa Beluk, Budi menuturkan, awalnya ada lima anak sedang mandi dan bermain di Sungai Rajasa. “Tiba-tiba arus terjadi banjir bandang, sehingga kelima anak ini tak bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Kelima bocah itu masing-masing Tendi (11), Fatir (12), Rahma (11), Diki (11) dan Iis (11). Tarno (55) yang saat itu datang untuk mandi melihat anak-anak termasuk anaknya terseret arus, langsung berupaya menolong.

Namun nahas, Tarno justru ikut terseret arus yang sangat deras. Warga yang mengetahui kemudian berusaha melakukan upaya pertolongan.

Tarno dan Iis ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan empat bocah lainnya hingga mala mini masih dalam pencarian tim SAR dan relawan.

“Pak Tarno itu berusaha menolong lima bocah itu, tapi justru ikut hanyut. Warga kemudian berusaha menolong, dua orang ditemukan yaitu Tarno dan anaknya Iis. Sedang yang empat masih belum ditemukan,” kata Budi.


Editor : Kastolani Marzuki