Pengakuan Dheva Suprayoga, Pemuda yang Dituduh Akan Penggal Jokowi di Medsos

Joe Hartoyo ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 19:15 WIB
Pengakuan Dheva Suprayoga, Pemuda yang Dituduh Akan Penggal Jokowi di Medsos

Dheva Suprayoga, pemuda yang dituduh akan memenggal kepala Presiden Jokowi di media sosial saat klarifikasi di Mapolres Kebumen. (Foto: iNews.id/Joe Hartoyo)

PURWOREJO, iNews.id – Video viral seorang pemuda asal Kebumen, Jateng yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat heboh warga di daerah itu.

Petugas Polres Kebumen pun bergerak cepat menyikapi berita itu. Melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim bersama anggota Polda Jateng melakukan penyelidikan. 

Hasilnya, polisi menemukan pemuda bernama Dheva Prayoga (24) seperti identitas yang disebut pelaku pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo yang bertempat tinggal di Gang Teratai 20, RT 1/RW 3 Kelurahan/Kecamatan Kebumen. Namun, setelah diselidiki Dheva bukanlah orang yang sama dengan yang ada di video viral tersebut. 

Korban medsos, Dheva Suprayoga mengaku awalnya takut difitnah setelah video yang disangkakan mirip dengannya beredar luas di media sosial. “Takut kena fitnah aja sih. Saya tahu juga dari media sosial Sabtu sore,” ucapnya di Mapolres Purworejo, Sabtu (11/5/2019) malam.

BACA JUGA:

Pengakuan Pria Ancam Penggal Jokowi: Saya Emosional, Saya Mengaku Salah

Ditangkap, Ini Sosok Pria yang Ancam Penggal Jokowi

Dheva pun menyesali beredarnya foto yang berisi profil identitas dirinya. Selain berterima kasih kepada Polres Kebumen yang segera mengambil langkah untuk klarifikasi, Dheva berharap kepolisian segera menangkap orang yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

“Saya menegaskan kembali bahwa yang beredar video di meda sosial itu bukan saya. Saya juga mendukung Polri menangkap pelaku secepat-cepatnya,” katanya.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno mengatakan, bisa dipastikan Dheva Prayoga ini bukanlah pelaku pengancaman seperti di video yang beredar di medsos. Hanya kebetulan ada kemiripan dengan pelaku yang ada di video tersebut.

“Berdasarkan dari beberapa fakta yang ada, pada hari Jum'at kemarin, Dheva berada di Kebumen dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang saksi. Selain itu, dia juga tidak pernah aktif dalam politik dan terakhir ke Jakarta sekitar tahun 2016 silam,” katanya.

Terkait peristiwa tersebut, kata Suparno, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.


Editor : Kastolani Marzuki