Pengamanan Rutan Solo Diperketat, Polda Kerahkan 1 Peleton Brimob

Ary Wahyu Wibowo ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 18:40 WIB
Pengamanan Rutan Solo Diperketat, Polda Kerahkan 1 Peleton Brimob

Pasukan Brimob dan Sabhara Polda Jateng diterjunkan untuk mengamankan Rutan Kelas I Solo. (Foto: SINDOnews)

SOLO, iNews.id – Pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo, Jawa Tengah semakin diperketat pasca-kerusuhan antara narapidana dengan pengunjung, Kamis (10/1/2019) sore.

Rutan tersebut kini dijaga satu peleton pasukan Brimob dan Sabhara dari Polda Jateng. Polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kerusuhan antar-narapidana dan tahanan di rutan tersebut.

Enggak (ada tersangka). Jadi itu kan keributannya antara di dalam dan di luar, terprovokasi. Jadi pengunjung yang saat itu mengunjungi napi di sana terprovokasi, kemudian terjadi keributan,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Jumat (11/1/2019).

Menurut Kapolda, untuk penyebab keributan di rutan itu masih ditangani Polresta Solo. Condro menyampaikan, kondisi keamanan rutan saat ini sudah kondusif dan terkendali. Sebanyak 11 napi dan tahanan yang diduga menjadi pemicu kericuhan telah dipindahkan ke berbagai lokasi.

“Di Polda Jawa Tengah ini ada enam napi atau ada juga yang masih berproses sidang. Ada yang ke Sragen dan Wonogiri. Yakni, Sragen ada dua orang dan Wonogiri ada tiga orang. Total ada 11 orang (yang dipindahkan),” kata Condro seperti dikutip SINDOnews.

BACA JUGA:

Pascakerusuhan di Rutan Kelas 1 Surakarta, 11 Narapidana Dipindahkan

Usai Rusuh, 12 Napi Rutan Solo Dievakuasi ke Mapolda Jateng

Bentrok di Rutan, Anggota Ormas dan Napi Saling Lempar Batu

Sekadar diketahui, aparat gabungan diterjunkan untuk meredam kerusuhan di Rutan Kelas I Solo, Jawa Tengah. Keributan itu dipicu oleh teriakan yang bernada provokasi dari salah satu kelompok tahanan kepada pembesuk di kelompok laskar. 

“Kejadian kericuhan bermula dari jam besuk tahanan. Di mana pada pukul 10.00 WIB sekira 20 orang ikhwan laskar tiba ke Rutan Kelas I Surakarta untuk membesuk tahanan dari kelompok laskar,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmaja.

Pada saat itu para pembesuk dari kelompok laskar dibagi per kelompok lima orang dengan waktu sekira 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan. Kelompok I kunjungan berjalan dengan aman,” ujarnya.

Sekitar pukul 10.55 WIB, pada saat kloter kedua dan pembesuk kelompok laskar hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan takbir dari kelompok laskar dibalas suara bernada provokasi dari tahanan Blok C1 (napi kriminal).

Blok ini dihuni kelompok Agus Ardiansyah alias Bebek (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), Ucok Devran Devries (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Kasus 170 KUHP/Penganiayaan).

Sebelumnya pernah terjadi keributan antara kedua belah pihak, sehingga membuat ikhwan-ikhwan laskar emosi. Selanjutnya mereka mendatangi napi Blok C1 yang lantas dilempari batu dan kelompok laskar membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu.

“Melihat kejadian tersebut, pembesuk dari kelompok laskar langsung disuruh keluar oleh pihak Pengamanan Rutan. Dan tahanan dari kelompok laskar juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sementara itu dari pihak napi kriminal biasa berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B,” tandas Agus.


Editor : Kastolani Marzuki