Penganiayaan Balita di Semarang hingga Tewas, Polisi Tangkap Pacar Ibu Korban

Lurisa Lulu ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:50 WIB
Penganiayaan Balita di Semarang hingga Tewas, Polisi Tangkap Pacar Ibu Korban

Pelaku penganiayaan balita di Semarang diamankan polisi. (Foto: iNews/Lurisa Lulu).

SEMARANG, iNews.id - Polisi menangkap seorang pemuda yang merupakan pelaku penganiayaan balita di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Pria tersebut diketahui merupakan kekasih ibu kandung korban.

Polres Semarang menangkap pelaku, Tofa Soleh Saputra, yang diduga telah menganiaya bocah berusia tiga tahun atas nama Devara Setiani Saputri hingga tewas.

"Saya jengkel saja," kata Tofa kepada wartawan di Mapolres Semarang, Jateng, Rabu (16/10/2019).

BACA JUGA: Anak 3 Tahun di Semarang Tewas dengan Luka Lebam di Sekujur Tubuh, Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

Dia juga mengaku tidak merencanakan penganiayaan tersebut. Selama ini, korban dan pelaku menjalin hubungan dekat, namun lantaran emosi, dia nekat bertindak keterlaluan kepada korban.

Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat mengatakan, kejadian ini berawal saat korban dan pelaku berdua di dalam rumah, sedangkan ibu korban pergi bekerja. Saat itu, pelaku hendak memandikan korban.

Rasa jengkel Tofa bermula ketika korban, Devara menggigil saat dimandikan. Tersangka yang kesal, malah memasukkan korban ke dalam bak mandi. Di tengah-tengah proses mandi itulah, korban buang air mengenai tangan pelaku.

"Tersangka mengaku tambah kesal. Lalu dia mendorong kepala korban hingga terbentur bak mandi," ujar dia.

Korban yang menangis semakin mendapat perlakuan kasar dari Tofa. Hingga akhirnya, setelah usai dimandikan korban digendong korban secara kasar, menyebabkan lehernya patah.

BACA JUGA: Balita Disiksa Ayah Tiri Hingga Tewas, Polisi: Ibu Korban Lihat Anaknya Dianiaya

Ketika itu, korban berhenti menangis lantaran sudah tidak sadarkan diri. Tersangka merasa panik, dia mencoba memukul-pukul wajah korban untuk membangunkannya, namun Devara ternyata sudah tak sadarkan diri.

"Akhirnya korban dibawa ke rumah sakit, hingga akhirnya meninggal dunia," katanya.

Polisi menjerat tersangka dengan sanksi dari Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal