Perempuan Korban Pinjaman Online Rela Digilir Jalani Terapi Penyembuhan Trauma

Antara ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 00:19 WIB
Perempuan Korban Pinjaman Online Rela Digilir Jalani Terapi Penyembuhan Trauma

Korban pinjamanan online ditemani kuasa hukum saat memberikan keterangan pers. (Foto: iNews/Septyantoro)

SUKOHARJO, iNews.id – Perempuan berinisial YI (51) yang menjadi korban pinjaman online dan dipermalukan dengan kata-kata rela digilir untuk melunasi utang, mulai menjalani terapi penyembuhan trauma di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya, di Kompleks Cetra Niaga Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2019). Dia tak sendirian, namun bersama beberapa korban pinjaman online lainnya.

"Terapi ini diikuti empat orang korban finansial teknologi dengan tujuan untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka," ujar pengacara LBH Solo Raya Made Ramadhan di Sukoharjo, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, dari 14 orang yang melaporkan menjadi korban pinjaman online ke LBH, empat orang bersedia mengikuti terapi untuk menyembuhkan trauma.

BACA JUGA: Korban Pinjaman Online yang Dipermalukan Rela Digilir di Medsos Lapor Polisi

Dia mengungkapkan, sebelumnya, YI yang merupakan warga asal Solo telah menjalani pemeriksaan tim penyidik Polresta Surakarta pada Senin (29/7/2019). Proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap YI dilakukan selama empat jam dan berjalan lancar.

"Pertanyaan dari penyidik kepada YI tentang detik kejadian. Seperti dugaan pencemaran nama baik dan lainnya," kata Ramadhan.

Selain itu, pihaknya hingga sekarang masih menunggu panggilan Polresta Surakarta untuk BAP selanjutnya.

Diketahui, Satrekrim Polres Kota Surakarta mulai memeriksa YI (51) perempuan yang diduga menjadi korban pencemaran nama baik oleh perusahaan layanan fintech pinjaman online. Kisah YI viral di media sosial setelah beredar foto dan tulisan tak senonoh yang menyebutkan dirinya siap digilir untuk melunasi utang pinjaman online.


Editor : Donald Karouw