Perempuan NU Diminta Jadi Jubir Tangkal Fitnah yang Menyerang Jokowi

Andi Mohammad Ikhbal · Jumat, 15 Maret 2019 - 18:30 WIB
Perempuan NU Diminta Jadi Jubir Tangkal Fitnah yang Menyerang Jokowi

Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama Ida Fauziah saat memimpin rapat koordinasi JPNU di Jepara, Jateng. (Foto: Istimewa)

JEPARA, iNews.id - Kaum perempuan Nahdlatul Ulama (NU) diminta dapat menjadi juru bicara (jubir) untuk menangkal berbagai fitnah yang menyerang Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan mampu menjelaskan fakta sebenarnya. Hal tersebut diungkapkan Ketua umum Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) Ida Fauziah dalam rapat koordinasi (rakor) di Jepara, Jumat (15/3/2019).

"Namun jangan sampai menjawab fitnah dengan fitnah. Cukup jelaskan komitmen pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," ujarnya.

Kegiatan rakor tersebut diikuti perwakilan pengurus Muslimat, Fatayat dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Ida menjelaskan, ada hal berbeda menyangkut visi misi Jokowi-KH Ma'ruf Amin, dibanding penantangnya.

BACA JUGA: Kiai dan Perempuan NU Harus Door to Door Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

"Apa yang berbeda? Pak Jokowi lebih banyak memberikan perhatian pada pesantren dan dunia usaha. Dan beliau ingin terus mengembangkan sumber daya manusia di pesantren," kata Ida.

Selain itu dalam visi misinya, Jokowi-KH Ma’ruf Amin memberi ruang bagi kaum perempuan, termasuk mereka yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Komitmennya juga untuk menjadikan ibu rumah tangga yang cerdas agar dapat mencerdaskan anak-anaknya.

Ida mengungkapkan, sampai saat ini masih ada 9 jutaan masyarakat yang percaya akan fitnah-fitnah yang ditujukan pada Jokowi. Bahkan pihak tertentu menyebarkan fitnah tersebut dari rumah ke rumah warga.

"Memang kebohongan atau fitnah yang dimunculkan terus menerus bisa saja membuat orang akhirnya percaya. Karena itu kaum perempuan NU tidak boleh kalah dengan emak-emak yang sebar fitnah. Ibu-ibu Muslimat, Fatayat punya jamaah pengajian. Jelaskan saja komitmen pak Jokowi, dan prestasinya pada jamaah pengajian yang ada,” ucapnya.

Dia mengingatkan, perempuan NU harus benar-benar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu 2019. Termasuk mengajak seluruh anggota keluarga untuk memilih pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

"Ini agar pak Jokowi-kiai Ma'ruf benar-benar menang mutlak dalam Pemilu 2019 April nanti," tuturnya.

BACA JUGA: Perempuan NU Sukoharjo Rapatkan Barisan Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori mengatakan, rakor ini menjadi ajang untuk menyatukan pandangan jelang pemilu.

"Ini tidak sekadar siapa memenangkan siapa. Namun juga bagian dari upaya kita menjaga ajaran Aswaja an Nahdliyah. Mosok kita mau dipimpin orang yang tak tahu adab ziara kubur," kata Gus Yusuf-sapaan akrabnya.

Dia mengungkapkan, jika pemimpinnya ahli ibadah, maka rakyatnya juga akan mengikuti. "Ada kiai Ma'ruf Amin. Sudah jelas NU nya. Apalagi sebelumnya Rois Aam PBNU," tandasnya.

Sebelumnya, rakor JPNU juga digelar di Kudus. Ketua PCNU Kudus KH Asyrofi Mashyto saat itu mengimbau, warga Nahdliyin untuk memilih calon Presiden yang sudah jelas sosoknya.


Editor : Donald Karouw