Peringati Hati Batik, Warga Pekalongan Main Sepak Bola Sarung

Suryono ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 19:02 WIB
Peringati Hati Batik, Warga Pekalongan Main Sepak Bola Sarung

Warga Pekalongan bermain sepak bola sarung saat memperingati Hari Batik Nasional. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Peringatan Hari Batik Nasional di Pekalongan digelar dengan cara unik. Warga di daerah berjuluk Kota Batik ini menggelar sepak bola dengan memakai sarung batik, Rabu (2/10/2019).

Aksi tersebut mengundang keseruan sepanjang permainan. Banyak peserta yang terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Pekalongan dan pelaku industri batik ini jatuh saat mengejar bola karena tersangkut sarung.

Tiap tim diisi tujuh pemain dan harus berlaga selama 2x10 menit. Meski gerak para pemain terbatas, mereka menikmati pertandingan tersebut.

BACA JUGA: UNESCO Mulai Evaluasi Pengakuan Batik, Jokowi: Kita Harus Kerja Keras Melestarikannya

Pertandingan sepak bola mengenakan sarung batik itu menjadi tontonan menarik dan hiburan gratis bagi warga, juga sejumlah turis asing.

“Sangat menarik. Mereka pakai kain sarung batik untuk laga sepak bola,” kata Sabrina, turis asal Belanda dengan bahasa Indonesia yang lumayan fasih ini.

Pelaku industri batik, Romi Okta Birawa mengaku menikmati pertandingan sepak bola pakai sarung batik. “Ini (sepak bola) merupakan bagian cara memopulerkan batik ke kalangan milenial, karena sarung batik merupakan ciri khas masyarakat Pekalongan,” katanya.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menuturkan, ada beberapa tim yang mengikuti pertandingan di antaranya pemkot, forkominda/ askot dan komunitas.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Batik Nasional, pemainnya juga dari masyarakat Kota Pekalongan,” katanya.

BACA JUGA: Hari Batik Nasional, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Jadikan Batik Duta Budaya Indonesia

Dia mengatakan, Pemkot Pekalongan berencana membuat liga sepak bola sarung batik untuk tahun depan. Hal ini untuk memeriahkan dan menghidupkan kembali budaya sarung batik.


Editor : Kastolani Marzuki