Perjalanan Mudik, 2 Anak Punk Tiba-Tiba Dibacok Sekelompok Pemuda

Yunibar ยท Minggu, 19 Mei 2019 - 11:55 WIB
Perjalanan Mudik, 2 Anak Punk Tiba-Tiba Dibacok Sekelompok Pemuda

Anak punk yang menjadi korban penganiayaan di Brebes. (Foto: iNews/Yunibar).

BREBES, iNews.id - Dua orang anak punk yang sedang dalam perjalanan mudik menuju Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban penganiayaan sekelompok pemuda. Satu dari mereka mengalami kondisi kritis di rumah sakit.

Korban, Fauzi, warga Jakarta Selatan, DKI Jakarta ini mengatakan, ada enam orang pemuda yang mendatangi mereka yang sedang berjalan kaki di perlintasan kereta Kelurahan Kauman, Kecamatan Brebes pada Sabtu (18/5/2019) malam.

"Saya juga tidak kenal. Mereka pakai dua motor, masing-masing motor berboncengan tiga orang," kata Fauzi di RSUD Brebes, Jateng, Minggu (19/5/2019).

BACA JUGA: Lagi Asyik Mesum, Sepasang Anak Punk di Jombang Digerebek Satpol PP

Fauzi mengatakan, tujuannya saat itu sedang menemani rekannya yang sedang mudik ke Kabupaten Brebes. Mereka semua berjumlah lima orang dan satu orang perempuan.

Menurut dia, para pemuda ini membawa senjata tajam jenis golok dan celurit. Sebelum terjadi keributan, para pemuda ini sempat menegur kelompok anak punk tersebut.

Kasat Rekskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, kelompok anak punk ini diduga menghalang-halangi jalan, sehingga para pemuda ini turun dengan menegur mereka. Awalnya sempat terjadi cekcok, sebelum ada penyerangan.

BACA JUGA: Anak Punk Tewas di Emperan Toko di Purwakarta

"Karena pelaku tersinggung saat adu mulut dengan korban, akhirnya mereka dikejar dan dibacok. Dua orang mengalami luka sobek di beberapa bagian tubuhnya," ujar dia.

Selain Fauzi, korban lainnya yakni Steven kini masih dalam penanganan intensif. Dia mengalami luka cukup parah hingga belum bisa dimintai keterangannya.

Polisi akan memburu pelaku. Sejumlah rekan korban yang selamat, saat ini tengah dimintai keterangan petugas Mapolsek Brebes.

"Kami tetap menyelidiki kasus ini, dan mencari para pelaku pembacokan," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal