Polisi di Grobogan Sita Ratusan Botol Miras di 2 Lokasi Razia

Rustaman Nusantara ยท Sabtu, 30 November 2019 - 17:43 WIB
Polisi di Grobogan Sita Ratusan Botol Miras di 2 Lokasi Razia

Polisi sita ratusan miras berbagai merek dan jenis di salah satu gudang milik pedagang di Grobogan, Jatenga. (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Sebuah gudang minuman keras (miras) yang tersembunyi di belakang sebuah warung di Grobogan, Jawa Tengah digerebek polisi, Sabtu (30/11/2019). Tim Sabhara Polres Grobogan mendapati ratusan botol miras berbagai merk dan jenis.

Pemilik warung awalnya tidak mengaku saat diperiksa polisi. Bahkan dia mempersilakan petugas menggeledah warungnya.

Petugas hanya berhasil menyita beberapa botol miras siap jual yang dipasang di warung awalnya. Namun saat petugas menggeledah seluruh bagian warung termasuk gudang di belakang, didapati ada ratusan botol miras.

Menurut pemilik warung yang akhirnya tidak berkutik, miras ini sengaja disimpan di gudang untuk menghindari razia. Seluruh miras akhirnya disita petugas dan dimasukkan ke dalam truk patroli.

Operasi ini tidak hanya dilakukan di satu warung. Petugas lantas menyisir warung-warung lain dan berhasil menyita puluhan botol miras.

BACA JUGA: 2 Ton Ciu Disita Polisi di Konawe Sultra, Pemilik Pabrik Ditangkap

Kasat Sabhara Polres Grobogan, AKP Haryono menjelaskan operasi penyakit masyarakat (pekat) ini merupakan tindak lanjut dari keresahan masyarakat yang mengaku sangat terganggu dengan aktifitas para penjual miras ini. Selain itu operasi ini merupakan bentuk pengamanan dan antisipasi jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

“Dari dua lokasi razia, didapati miras berbagai merek dan jenis dengan total ada 400 botol,” katanya.

Seluruh miras yang disita lantas diangkut dan dibawa ke Mapolres Grobogan untuk dimusnahkan. Sementara itu pemilik dan penjual miras diberikan surat teguran dan diminta datang ke mapolres untuk jalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Jika para penjual ini kembali nekat menjual miras, maka polisi akan melakukan tindakan tegas.


Editor : Umaya Khusniah