Polisi Seriusi Kasus Balita Mulutnya Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat

Septyantoro ยท Senin, 19 Februari 2018 - 12:12 WIB
Polisi Seriusi Kasus Balita Mulutnya Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat

Balita PJ korban penyekapan mulai kembali ceria dan bisa bermain. (Foto: iNews/Septyantoro)

SURAKARTA, iNews.id – Kasus balita yang menjadi korban penyekapan paman dan ayah tirinya di salah satu kamar hotel di Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) diseriusi Polsek Banjarsari. Kondisi balita PJ yang masih berusia empat tahun sudah berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif rumah sakit.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami dan belum menjelaskan motif paman dan ayah tiri menyiksa dan menyekap balita tersebut. Meski begitu, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran Undang-Undang (UU) Nomor 77 juncto 80 tentang Perlindungan Anak.

Pantauan iNews, balita PJ sudah kembali bisa tersenyum dan bermain. Dia bahkan tertarik dengan pensil warna dan kertas gambar yang diberikan petugas untuk membangkitkan kepercayaan diri dan pemulihan psikisnya.

Meski sudah kembali ceria, namun balita PJ mengaku tidak ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, baik ibu kandungnya, terlebih dengan ayah tirinya. “Awalnya saat pertama kali kali bawa ke rumah sakit PJ tidak bisa berkomunikasi. Namun sekarang balita itu sudah kembali ceria dan mau bermain,” kata Kapolsekta Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, Senin (19/2/2018).

Dia mengatakan, polisi bersama Dinas Sosial Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta  sudah menyediakan petugas pembimbing untuk pemulihan mental dan psikis balita tersebut hingga keluar putusan hukum dari pengadilan.

BACA JUGA: Balita Disekap Ayah dan Paman Tirinya di Sebuah Hotel di Solo

Disekap dengan Mulut Ditutup Lakban, Tangan dan Kaki Terikat
Kasus ini pertama kali mencuat atas laporan seorang karyawan hotel, Joko Prakoso. Dia mencurigai gerak-gerik salah satu tamu hotel kemudian mencoba mendatangi kamar yang disewa ibu korban. “Saya mendengar suara rintihan  dari kamar yang disewa ibu korban bersama beberapa tamu hotel lainnya,” kata dia, Minggu (18/2/2018).

Joko yang penasaran kemudian memaksa masuk ke kamar tersangka. Di lokasi itu, dia menemukan balita Pj dalam kondisi mulut dilakban dan kedua kaki dan tangannya diikat. “Lakban di mulut lepas bocah itu langsung teriak minta tolong. Saya langsung masuk ke kamar bocah itu, tapi semua pelaku sudah tidak ada,” ucapnya.

saat ditemukan kondisi bocah lelaki itu sangat memprihatinkan. Selain tidak memakai baju dan celana, bocah malang itu juga mengalami dehidrasi. “Saya lalu beri minum anak itu dan saya ambil gambarnya sebagai barang bukti. Setelah itu, saya lapor ke Polsek Banjarsari,” ujarnya.

Penyekapan itu dilakukan ayah tiri korban, Dedi Bin Loe Wie Wie dan adiknya, Iwan Bin Loe Wie Wie. Kedua orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal Perlindungan Anak. Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan ibu korban, yang diketahui memesan kamar hotel tersebut.


Editor : Donald Karouw