Presiden Jokowi Minta GP Ansor Istikamah Menjaga dan Merawat NKRI

Kastolani ยท Kamis, 22 November 2018 - 23:31 WIB
Presiden Jokowi Minta GP Ansor Istikamah Menjaga dan Merawat NKRI

Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018). (Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra).

PEKALONGAN, iNews.id - Presiden Jokowi Widodo mengapresiasi sikap GP Ansor yang selalu terdepan dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). GP Ansor senantiasa berperan aktif menjaga Indonesia dari segala bentuk ancaman, terorisme, dan sparatisme.

"GP Ansor selalu berada di baris paling depan dalam menjaga Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga NKRI dan UUD 1945. Menjaga Indonesia dari aksi separatisme dan terorisme," kata Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018).

Presiden menilai keberadaan GP Ansor sekaligus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki ketulusan para pejuang dan pahlawan.

"Dan GP Ansor tidak mudah ditakuti. Itulah semangat asli bangsa Indonesia. Kita harus berani menunjukkan bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia dan tidak bisa digantikan dengan ideologi bangsa lain apalagi ideologi hasil impor," ujar Kepala Negara.

BACA JUGA: Ribuan Banser Selawat dan Tahlil Bersama di Alun-Alun Kajen

Dalam acara ini, Jokowi juga mengajak keluarga besar GP Ansor untuk merenungkan kembali bahwa Rasulullah diutus Allah untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, membawa umat keluar dari kegelapan menuju ke cahaya yang terang benderang. Sebuah tugas yang tidak mudah.

Tugas yang diemban rasul, kata Jokowi, dilakukan dengan cara-cara yang santun dan penuh kasih sayang. Karena itu, sebagai umat Muhammad sudah seharusnya kaum muslim meneladani Rasulullah dan terus menjaga ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathoniah. Ukhuwah tanpa membedakan bedakan kelompok atau golongan.

"Kalau kita berkeliling Indonesia kita baru merasakan betapa besar bangsa kita dengan beragam suku, adat, agama, bahasa dan tradisi. 714 suku itu bukan jumlah yang sedikit. Itu jumlah yang sangat banyak. Itulah anugerah Allah yang patut kita syukuri. Bandingkan dengan negara lain seperti Afghanistan yang hanya punya 7 suku. Betapa perbedaan itu nyata," ujarnya.

Karena itu, Jokowi kembali mengajak kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser untuk terus menjaga dan memelihara serta merawat persatuan kerukunan dan persaudaraan sebagai sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

"Itu yang harus kita jaga. Karena aset terbesar kita adalah kerukunan. Marilah kita jaga ukhuwah wathoniah," katanya.

BACA JUGA: Jokowi dan 100.000 Anggota Banser Hadiri Maulid Nabi di Pekalongan

Jokowi juga minta GP Ansor tetap istikamah dan membimbing jamaah yang ingin berhijrah. Hijrah dari sifat egois ke peduli sesama, hijrah dari sifat pendendam ke sifat penuh kasih sayang. Hijrah dari sifat pemarah ke penuh kesabaran, hijrah dari sifat penuh kegaduhan ke sifat penuh kerukunan. "Setuju ndak," kata Jokowi.

Presiden juga mengajak GP Ansor untuk menjaga marwah ulama dan NKRI, menjaga keislaman dan keindonesiaan dalam satu tarikan napas.

"Jangan pernah jauh dari para kiai dan ulama dalam berkehidupan. Dalam mengikuti kemuliaan nabi, insyaallah bangsa kita akan terus maju dalam pekerjaan bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang baldatun thoyibatun warobbun Ghofur. Maju dalam. Pekerjaan berat kita untuk menjadikan negara berkeadilan sosial," ujarnya.

BACA JUGA: Gus Yaqut: Banser Siap Jaga Bangsa dan Agama

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, GP Ansor telah mengakhiri perjalanan Kirab Satu Negeri selama 41 hari mulai Pulau Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"85 pataka Merah Putih menjadi bukti sebagai dialog kebangsaan, ziarah dan penanaman pohon serta bakti sosial dengan pengobatan bendera mulai persawahan, gunung hingga dari dalam lautan Pulau Raja Ampat," katanya.

Kirab Satu Negeri juga mencatatkan dua rekor Muri, yakni pengibaran Bendera Merah Putih terpanjang di Papua dan rekor menjahit bendera terpanjang di Bengkulu.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini, Kirab Satu Negeri GP Ansor merupakan konsensus dalam merawat NKRI. "Kita tentu paham dengan mulai adanya sekelompok yang ingin mengubah Pancasila dan UUD" katanya.

Gus Yaqut mengungkapkan keprihatinannya dengan konflik-konflik di Timur Tengah yang dipicu agama khususnya agama Islam. Apalagi, pengaruhnya mulai masuk Indonesia. Karena itu GP Ansor selalu menolak pihak pihak yang mengklaim kebenaran sepihak.


Editor : Zen Teguh