Puluhan Anggota Brimob Pekalongan Dikerahkan Cari Napi Kabur

Suryono ยท Sabtu, 30 Desember 2017 - 05:58 WIB
Puluhan Anggota Brimob Pekalongan Dikerahkan Cari Napi Kabur

Anggota Brimob menyisir lokasi kaburnya napi dari Lapas II A Pekalongan. (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Puluhan anggota Brimob dan Polres Pekalongan Kota, Jawa Tengah,  Sabtu (30/12/2017) dini hari, dikerahkan untuk menyisir lokasi kaburnya narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Pekalongan. Dua foto napi yang masih buron juga disebar, agar bisa segera diketahui keberadaanya dan segera ditangkap.

Polisi masih menyelidiki penyebab kaburnya para napi tersebut. Dugaan sementara, para napi tersebut dapat kabur dengan mudah lantara jumlah napi tak sebanding dengan jumlah pasukan keamanan atau sipir lapas.

Anggota brimob bersenjata lengkap dikerahkan untuk menyisir lokasi kaburnya napi dari lapas pekalongan . Pasukan terlatih ini menyisir rawa juga kampung dan tempat yang dicurigai sebagai tempar persembunyian para napi yang kabur.

Dari tujuh napi lapas Pekalongan yang melarikan diri, masih ada dua yang belum tertangkap.  Mereka adalah  Firman Ramang Putra warga Jakarta Selatan dan Dwi Cahyono warga Begelen Purworejo. Aparat menyebar foto kedua buronan ini dan meminta agar keduanya segera menyerahkan diri.

Napi yang kabur dan berhasil ditangkap lagi  adalah Sony Wiliam  alias Jakiz warga Pulogebang Jakarta, Samsudin alias Abang warga Sumber Marga Talang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Fahrial Daulay, warga Johar Baru, Jakarta, Salamudin alias Agam, warga Aceh Besar, Aceh.

Sejumlah napi yang berhasil ditangkap kembali oleh petugas setelah mencoba kabur. (Foto: iNews/Suryono)

Satu napi menyerahkan diri diketahui bernama Edi Gunawan alias Asiung, warga Teluk Gong Jakarta Utara. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan. Sebagian menjalani pemeriksaan di dalam lapas.

Kepala Lapas II A Pekalongan, M  Hilal menyebutkan, penyebab kaburnya napi masih diselidiki. “Napi yang hidup di dalam tahanan memang punya kecenderungan kabur, karena tertekan di penjara. Kami telah berupaya untuk selalu melakukan pendekatan persuasif namun ternyata masih kebobolan dengan kaburnya napi kali ini,” ujarnya.

Tujuh napi  ini kabur menggunakan kain tenda atau terpal yang sudah dipersiapkan sebelumnya . Mereka memanfaatkan kelengahan petugas, karena jumlah aparat tidak sebanding dengan jumlah napi. “Jumlah napi Lapas Pekalongan saat ini 834 orang, dengan petugas keamanan terhitung minim,” lanjut Hilal.

Upaya pencarian napi yang kabur tersebut hingga kini masih terus dilakukan, dan diharapkan bisa segera menemui titik terang.


Editor : Himas Puspito Putra