Rajut Kebhinekaan, Festival Pemuda 2019 Kembali Digelar di Semarang

Abdul Rochim ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 21:30 WIB
Rajut Kebhinekaan, Festival Pemuda 2019 Kembali Digelar di Semarang

Harapan Pemuda Indonesia (HPI) bersama dengan Yayasan Pondok Kasih (YPK) serta Indonesia Global Compact Network (IGCN) akan menggelar Festival Pemuda 2019 di Semarang. (Foto: iNews.id/Abdul Rochim)

JAKARTA, iNews.id - Festival Pemuda (FP) 2019 bakal kembali digelar di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar pada 13-18 Oktober 2019 itu mengangkat tema ”Mengintensifkan Peran Pemuda dalam Merajut Kebhinekaan untuk Perdamaian, Persatuan dan Kesejahteraan”.

Kegiatan itu akan diawali dengan Kemah Kebangsaan yang bertempat di Green Valley, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Ketua Panitia Penyelenggara, Laila Nihayati mengatakan, jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai 10.000 pemuda. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan pelajar se-Jawa Tengah setelah melalui tahapan seleksi yang ketat. 

BACA JUGA: 2019 Peserta Sepeda Hias Kebhinekaan Meriahkan Karnaval HUT RI di Batang

Festival Pemuda merupakan kegiatan lanjutan yang digagas Harapan Pemuda Indonesia (HPI) bersama dengan Yayasan Pondok Kasih (YPK) serta Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Dengan mengangkat isu kepemudaan dan tagline #TunjukkanKontribusimu, Festival Pemuda hadir sebagai usaha merumuskan jawaban atas kegelisahan pemuda dalam merespons perubahan sosial.

Laila menuturkan, Festival Pemuda 2019 diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda.

“Salah satu kegiatan inti dari Festival Pemuda adalah membangun narasi positif di tengah masyarakat bahwa pemuda adalah tulang punggung negara,” tutur Laila dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2019).

Pada sesi ini, kata Laila, pemuda diajak berefleksi tentang peran dan posisi pemuda dalam struktur sosial dan negara. Materi yang disampaikan pun tidak tunggal, melainkan terdiri atas multidisiplin ilmu dan pengalaman.

BACA JUGA: Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Awali Pencanangan Oktober Bulan Pemuda


Selain sesi keilmuan, ada pula lokakarya mahasiswa yang merupakan instrumen ekspresif mahasiswa dalam mengaktualisasikan gagasan konstruktif atas berbagai kelebihan dan kekurangan daerah lokalnya masing-masing.

“Wujud kegiatannya berupa penyampaian gagasan dan ide masing-masing kelompok perwakilan provinsi se-Indonesia yang dituangkan dalam bentuk projek proposal. Di dalamnya berisi kelebihan dan kekurangan, rancangan kegiatan, serta implementasi. Lima karya terbaik akan difasilitasi hingga pada tahap aplikasi,” katanya.

Selain kemah kebangsaan, kegiatan selanjutnya adalah Karnaval Daya Nusantara. Dengan rangkaian kegiatan di antaranya wisata kuliner, simposium, deklarasi dan malam kemitraan.


Editor : Kastolani Marzuki