Razia Pelajar Bolos Sekolah di Kendal Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran

Eddie Prayitno ยท Senin, 11 Februari 2019 - 17:11 WIB
Razia Pelajar Bolos Sekolah di Kendal Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran

Petugas Satpol PP Kendal mengamankan enam siswa SD yang bolos sekolah di tempat game online. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Belasan siswa sekolah dasar (SD) yang membolos sekolah terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kendal, Senin (11/2/2019) siang. Mereka diamankan saat sedang nongkrong di warung dan tempat game online.

Mereka yang terjaring razia kemudian diantarkan ke rumah dan sekolah agar mendapat pembinaan dari orang tua dan guru. Razia pelajar ini dilaksanakan di Kaliwungu dengan menyasar tempat game online. Dugaan petugas tak meleset karena di tempat tersebut ada enam siswa yang masih berseragam lengkap sedang asyik bermain game.

Para siswa ini mengaku membolos pada jam terakhir untuk bermain game online. Petugas kemudian mendata dan memberi hukuman menyanyikan lagu Indonesia Raya. Petugas juga meminta kepada pemilik game online untuk melarang siswa berseragam bermain game.

Setelah diberi hukuman bernyanyi, petugas mengantarkan siswa ini ke rumah masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera karena jika hanya diserahkan kepada guru siswa masih melakukan hal yang sama.

BACA JUGA: Siswa Bolos Sekolah Terjaring Razia, Ini Hukuman Satpol PP Sumba Timur

Razia kemudian dilanjutkan dengan menyasar warung-warung makan di kawasan Gemuh, tempat pelajar SMP dan SM biasa nongkrong. Di tempat itu, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan siswa yang bolos. Sementara razia di warung daerah Sukodono, petugas menjaring tiga pelajar yang sedang nongkrong.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, siswa yang terjaring razia berkeliaran di tempat game online saat jam pelajaran dikembalikan ke orang tuanya. Sedangkan yang terjaring di warung diserahkan ke pihak sekolah.

“Razia ini dilaksanakan setelah kami (Satpol PP) mendapat laporan warga yang resah dengan kegiatan pelajar di jam-jam pelajaran namun berkeliaran di luar sekolah. Warga khawatir pelajar yang membolos ini akan melakukan tawuran atau tindakan yang tidak baik lainnya,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki