Sejumlah Rumah di Banjarnegara Rusak Parah akibat Tanah Bergerak

Elis Novit ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 14:55 WIB
Sejumlah Rumah di Banjarnegara Rusak Parah akibat Tanah Bergerak

Warga menunjukkan retakan di rumahnya yang terus bertambah akibat tanah bergerak di Desa Kebutuh Jurang, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Rabu (9/1/2019). (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id – Curah hujan yang tinggi dalam satu pekan terakhir mengakibatkan tanah bergerak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (9/1/2019). Sedikitnya sembilan rumah rusak dan satu nyaris roboh rata dengan tanah. Warga terpaksa harus mengungsi.

Dari pantauan iNews, kondisi rumah milik warga di Desa Kebutuh Jurang, Banjarnegara, memprihatinkan. Pergerakan tanah mengakibatkan tembok rumah mengalami retak-retak antara 5 hingga 20 sentimeter (cm).

“Tiap hujan turun, retakan bertambah di rumah, makin lama makin banyak. Sekarang kami sudah takut tinggal di rumah dan panik setiap hujan,” warga, Umy.

BACA JUGA:

Belasan Rumah di Banyumas Rusak akibat Tanah Bergerak

48 Rumah di Bandung Barat Rusak akibat Tanah Bergerak dan Longsor

Puluhan Rumah dan Jalan di Semarang Rusak akibat Tanah Bergerak

Fondasi rumah warga juga jebol sehingga kondisinya miring. Kini, warga yang rumahnya terdampak tanah gerak memilih mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman saat terjadi hujan. Satu di antaranya yang paling parah, telah dikosongkan.

“Iya, setiap hujan, ada retakan di rumah karena tanah bergerak. Tanah bawah itu agak longsor. Retakan itu biasanya disertai suara gitu juga dan terus bertambah setiap hujan,” kata warga, Risno.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi tanah hingga saat ini juga masih terus mengalami pergerakan sehingga kerusakan di rumah-rumah warga diperkirakan terus bertambah.

Selain itu, jumlah rumah warga yang rusak juga bertambah dari sebelumnya hanya tujuh rumah saat ini menjadi sembilan unit. Warga berharap pemerintah daerah setempat bisa segera merelokasi mereka ke tempat yang lebih aman sebelum kerusakan makin parah dan rumah mereka tidak layak lagi dihuni.


Editor : Maria Christina