Siswa SMK di Kendal Babak Belur Disiksa Belasan Orang Tak Dikenal

Ahmad Husein Lubis ยท Jumat, 13 April 2018 - 13:32 WIB
Siswa SMK di Kendal Babak Belur Disiksa Belasan Orang Tak Dikenal

Orang tua Budi Riyanto menunjukkan bekas luka di tubuh Budi, akibat dianiaya sejumlah orang di Kendal. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

BATANG, iNews.id – Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kendal, Jawa Tengah (Jateng), disiksa oleh belasan orang tidak dikenal. Korban yang bersepeda motor dengan temannya tiba-tiba dicegat sekumpulan orang dan dibawa ke tempat sepi. Di sana, korban dianiaya hingga babak belur. Beruntung korban yang luka di sekujur tubuhnya bisa kabur.

Korban bernama Budi Riyanto, warga Kelurahan Ketapang, Kota Kendal, ini akhirnya bisa pulang ke rumah. Siswa kelas 1 SMK Bina Utama Kendal ini selanjutnya diantarkan orang tuanya untuk mendapat perawatan di IGD Puskesmas Brangsong, Jumat pagi (13/4/2018).

Budi mengaku, kejadian tersebut berawal saat dia mengendarai sepeda motor bersama tiga temannya di Jalan Tembus Pegandon Weleri, Kamis sore, 12 April 2018. Mereka sempat tersesat di daerah Gemuh dan tiba-tiba dicegat oleh 10 orang. Orang-orang yang tidak mereka kenal itu menanyakan asal sekolah mereka. “Kami nyasar dan pas mau balik itu dicegat oleh 10 orang. Kami langsung dipukul pakai rantai. Saya disuruh lepas baju. Setelah itu kami dibawa terpisah,” papar Budi. 

Korban kemudian dibawa orang tidak dikenal tersebut ke sebuah rumah kosong di wilayah Weleri sedangkan tiga temannya tidak diketahui dibawa ke mana. Di rumah kosong itu, korban dihajar beramai-ramai. Seragam korban dilucuti dan telepon selulernya dirampas. Korban juga dipukul dengan rantai hingga terluka di punggung.

Budi mengaku tidak tahu penyebab orang-orang tersebut menganiayanya. Para pelaku tidak memberitahukan persoalannya dan terus memukuli dia. Saat para pelaku meninggalkan dia sendiri di rumah kosong, korban berhasil kabur dan sembunyi di tempat pembuangan sampah. “Di rumah itu ada sekitar 20 orang. Salah seorang keluar, manggil temannya lagi, setelah itu rumah sepi. Saya kabur dari belakang,” kata Budi Riyanto.

Korban berani keluar dari tempat persembunyiannya setelah situasi sepi dan ditolong warga sekitar. Dia lalu dibawa ke daerah Rowosari. Korban kemudian berrtemu temannya dan diantar pulang. Rencananya usai mendapatkan perawatan dan meminta visum, korban akan melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polres Kendal.


Editor : Maria Christina