Siswa SMP di Pekalongan Dapat Edukasi Larangan Terbangkan Balon Udara

Suryono ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 11:55 WIB
Siswa SMP di Pekalongan Dapat Edukasi Larangan Terbangkan Balon Udara

Sosialisasi kepada siswa-siswi SMP di Pekalongan dari pihak Airnav Indonesia. (Foto: iNews/Suryono).

PEKALONGAN, iNews.id - Ratusan siswa SMP di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) mendapat sosialisasi terkait larangan menerbangkan balon udara. Karena mereka juga bagian dari warga yang gemar melepaskan balon udara untuk tradisi.

Manager Humas Airnav Indonesia, Yohannes Sirait mengatakan, anak-anak ini diberi pemahaman sejak dini tentang bahayanya menerbangkan balon udara.

"Jadi kita memberikan sosialisasi, memberikan pengertian bahwa balon udara kalau dilepaskan itu berbahaya bagi penerbangan," kata Yohannes kepada wartawan usai sosialisasi di SMP 16 Pekalongan, Jateng, Rabu (29/5/2019).

BACA JUGA: Pemkot Pekalongan Bentuk Tim Sweeping Balon Udara Liar saat Syawalan

Menurut dia, sosialisasi ini dimaksud agar tradisi membuat dan menerbangkan balon udara tak sampai melanggar aturan. Ketentuan tersebut yakni, Permenhub No 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Untuk memfasilitasi tradisi yang telah ada, kata dia, Airnav Indonesia bersama Pemkot Pekalongan akan kembali menggelar festival balon udara tambat (tali) di Kota Pekalongan pada 12 Juni mendatang di Stadion Hoegeng.

"Tradisi membuat balon udara untuk memeriahkan Syawalan tetap dibolehkan. Tapi harus sesuai aturan, dan tidak dilepaskan liar, melainkan ditambatkan," kata dia.

BACA JUGA: Festival Balon Meriahkan Tradisi Syawalan di Kota Pekalongan

Disampaikan pula bahwa langit di atas Pekalongan merupakan rute penerbangan pesawat dari arah Jakarta ke Surabaya, atau dikenal dengan Rute W45. Rute ini merupakan salah satu rute penerbangan tersibuk di Indonesia.

Selain ada laporan kalau pilot beberapa kali melihat balon udara di rute ini, ada pula laporan adanya balon udara yang beterbangan di rute darurat W15-M635.

Siswi SMP 14 Pekalongan, Safira Dara Puspita mengatakan, sosialisasi ini bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah. Murid pun bisa melemparkan pertanyaan ke narasumber.

"Saya menjadi tahu dan mengerti bahaya balon liar, apalagi ditambah petasan. Selama ini saya senang melihat saja saat balon mengudara," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal