Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Ini Kata Pakar Geologi Unsoed

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 11 Agustus 2019 - 20:59 WIB
Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Ini Kata Pakar Geologi Unsoed

Pakar geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fadlin. (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id – Pakar geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fadlin menilai peningkatan status Gunung Slamet dari normal menjadi waspada oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) wajar. Kenaikan status itu berdasarkan data aktivitas Gunung Slamet yang terekam pada 8 Agustus 2019 dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Direktorat Vulkanologi Indonesia tentang bencana letusan gunung berapi.

Menurut ahli vulkanologi, endapan mineral, dan geokimia ini, aktivitas Gunung Slamet sebagai respons dari aktifnya pergerakan lempeng di selatan Pulau Jawa. Hal tersebut lumrah. “Sebaliknya kalau tidak ada respons dari gunung api aktif di utara dari batas lempeng itu, malah perlu dipertanyakan,” kata anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

BACA JUGA:

Gunung Slamet Naik Status Level II Waspada, Radius Aman 2 Km dari Kawah Puncak

Status Gunung Slamet Waspada dan Potensi Erupsi, Ini Rekomendasi PVMBG

Menurut Fadlin, berdasarkan data-data geologi Gunung Slamet dan hasil studi Fakultas Teknik Geologi Unsoed, juga hasil penelitian para ahli geologi gunung api, komposisi geokimia magma Gunung Slamet yang terefleksi pada produknya berupa batuan gunung api masih bersifat basaltic. Artinya, kalaupun Gunung Slamet erupsi, tidak akan begitu berbahaya.

”Karakter letusan yang akan dihasilkan maksimal di level strombolian, atau seperti percikan kembang api dengan jangkauan radius aman 1 kilometer,” ujarnya.

Secara ekstrem, kata Fadlin, kejadian tersebut bisa menjadi momen untuk berwisata atau geowisata gunungapi. Tentunya pada radius aman lebih dari 1 km.

Dosen mata kuliah Geologi Ekslorasi dan Geokimia Eksplorasi itu menyarankan kepada pemerintah setempat untuk lebih mengenali karakter bencana geologi yang ada di wilayahnya masing-masing. Caranya dengan menginventarisasi karakter dan potensi bencana, sehingga menghasilkan peta zonasi rawan bencana yang lebih baik dan akurat.

“Dalam hal ini, tentunya harus menggandeng atau bekerja sama dengan institusi-institusi terkait seperti Teknik Geologi Unsoed sehingga situasi-situasi tersebut diatas bisa ditanggapi dengan efektif dan efisien agar tidak mereshkan masyarakat,” ujarnya.

Status Gunung Slamet naik dari Level I atau Normal menjadi Level II Waspada per Jumat (9/8/2019) pukul 09.00 WIB. Perubahan status ini berdasarkan data hasil pemantauan instrumental terjadinya peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi dari aktivitas gunung api yang secara administratif masuk wilayah kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga di Jawa Tengah.

"Potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu," ujar Kepala PVMBG Kasbani.


Editor : Maria Christina