Sudah 3 Hari Hutan Gunung Slamet di Tegal Terbakar, Api Belum Bisa Dipadamkan

Yunibar ยท Kamis, 19 September 2019 - 19:40 WIB
Sudah 3 Hari Hutan Gunung Slamet di Tegal Terbakar, Api Belum Bisa Dipadamkan

Kobaran api yang membakar hutan lindung di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal belum bisa dipadamkan. (Foto: iNews.id/Ynibar)

SLAWI, iNews.id - Kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah hingga hari ketiga ini belum bisa dipadamkan.

Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan itu masih membumbung tinggi. Kobaran api terlihat dari Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal yang berjarak hanya sekitar 2 km dari puncak gunung tersebut.

Kobaran api yang membakar lahan hutan di gunung berketinggian sekitar 3.420 mdpl itu semakin meluas dan diperkirakan lahan yang telah terbakar sudah mencapai 20 hektare. Kebakaran tersebut diketahui terjadi pada Selasa (17/9/2019) petang.

Data sementara dari Perhutani KPH Pekalongan Barat, kebakaran hutan telah menjalar ke wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes seluas 15 hektare. Sementara di Kabupaten Tegal kebakaran hutan lindung mencapai 5 hektare.

Dari video amatir relawan pecinta alam Bosapala Dukuh Sawangan menggambarkan titik lokasi kebakaran cukup sulit dijangkau karena medan yang terjal dan tebing curam. Upaya pemadaman terpaksa dilakukan petugas hanya menggunakan alat seadanya dan membuat parit penyekat agar api tidak meluas dan menjalar ke bawah.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Gunung Slamet Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Wakil Kepala Polres Tegal, Kompol Aryanto Salkaery mengatakan, ratusan personel gabungan dari Polres Tegal, TNI, BPBD, PMI, Perhutani dan relawan pecinta alam Kabupaten Tegal sudah dikerahkan untuk menjangkau ke lokasi titik kebakaran.

“Upaya pemadaman yang kita lakukan yaitu dengan melokalisir kebakaran hutan agar tidak meluas ke wilayah lain,” katanya di sela-sela memimpin langsung pemadaman api di lereng Gunung Slamet.

Menurut Aryanto, pemadaman hanya bisa dilakukan manual dengan peralatan seadanya seperti arnting pohon dan daun lantaran lokasi kebakaran yang sulit dijangkau dan terjal.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Gunung Slamet di Tegal Meluas hingga Brebes dan Banyumas

Petugas gabungan pun harus berjalan kaki sejauh 4 km. “Kita hanya melakukan pemadaman dengan peralataan seadanya, karena mobil damkar tidak bisa menjangkau lokasi,” ucapnya.

Aryanto berharap dengan keterlibatan semua pihak kebakaran yang melanda kawasan hutan lereng Gunung Slamet bisa cepat dipadamkan. “Kita berharap besok api sudah padam,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki