Tanggapi Bupati Kudus M Tamzil Kena OTT KPK, Ganjar: Kami Malu

Didik Dono Hartono ยท Sabtu, 27 Juli 2019 - 19:23 WIB
Tanggapi Bupati Kudus M Tamzil Kena OTT KPK, Ganjar: Kami Malu

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sata menanggapi kasus OTT terhadap Bupati Kudus M tamzil. (Foto: iNews.id/Didik Dono Hartono)

WONOSOBO, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku malu dan sangat menyesalkan Bupati Kudus M Tamzil terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Menurut Ganjar, kasus itu menjadi ironi karena di hari yang sama saat OTT berlangsung, dirinya melantik ratusan pejabat Pemprov Jateng. Prosesnya dipastikan bersih dari jual beli jabatan. Namun di hari yang sama, KPK melakukan OTT di Kudus karena kasus jual beli jabatan.

“KSN sebenarnya sudah menyampaikan, toh kami juga melantik ratusan pejabat pada pagi harinya. Semua oke-oke saja, dan kami tegaskan saat itu ada orang jual beli kami sikat. Ironisnya itu, nah kok ada kejadian ada orang jual beli jabatan. Saya kepiye yo, ngomong prihatin kok rasanya kaku. Kami malu,” ujarnya seusai mengikuti tradisi potong rambut gembel di Alun-Alun Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (27/7/2019).

Ganjar juga menyebut Tamzil orang yang sangat nekat dan ndablek karena masih berani melakukan korupsi di saat kinerja dari kepala daerah selalu diawasi oleh delapan institusi.

“Kalau hari ini ada yang korupsi itu keberanainnya sudah melebihi dari yang lain, karena apa. Sudah diawasi delapan institusi dan masyarakat sangat terbuka, tapi ini (korupsi) masih jalan. Maka saya katakan ini orang nekat dan cenderung ndablek,” kata Ganjar.

BACA JUGA:

Bupati Kudus Kena OTT KPK, Ganjar Pranowo: Ini Orang Nekat dan Cenderung Ndableg

Bupati Kudus Muhammad Tamzil Ditahan di Rutan KPK, Penyuap di Rutan Guntur

Politisi PDIP itu mengaku dalam setiap pelantikan kepala daerah selalu disampaikan kepada mereka untuk menjaga integritas, bekerja sama dengan KPK, dan mendorong penyerahan LHKPN.

“Hanya  di Jateng yang kita dorong kepala daerahnya ikut pelatihan di KPK. Namun ternyata sikap individu dan maindset di masing-masing ternyata sulit. Maka ketika semua dikandani angel, OTT adalah obat mujarab,” katanya.

Diketahui, Bupati Kudus M tamzil terkena OTT KPK bersama delapan pejabat Pemkab Kudus, Jumat (26/7/2019). Tamzil ditangkap karena diduga terlibat dalam transaksi terkait jual beli jabatan setingkat eselon II atau setingkat kepala dinas.

Saat ini, KPK telah menetapkan Buapti Kudus Muhammad Tamzil sebagai tersangka kasus jual-beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kudus. Komisi antirasuah itu juga menetapkan dua tersangka lainnya yaitu Staf Khusus Bupati, Agus Soeranto dan Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kabupaten Kudus, Akhmad Sofyan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak menyatakan, usai menjadi tersangka, ketiganya ditahan selam 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini, Sabtu (27/7/2019).


Editor : Kastolani Marzuki