Tertipu Penerimaan CPNS, Ratusan Warga Jateng Lapor ke Polisi

Saladin Ayyubi ยท Rabu, 25 April 2018 - 14:28 WIB
Tertipu Penerimaan CPNS, Ratusan Warga Jateng Lapor ke Polisi

Para korban penipuan penerimaan CPNS di Banyumas didampingi pengacara melaporkan kasus yang mereka alami ke Mapolres Banyumas Rabu (25/4/2018) siang. (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Sekitar 400 warga di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Korban rata-rata telah menyetor uang antara Rp65 juta hingga Rp205 juta agar bisa menjadi PNS. Kini, korban penipuan CPNS ini mengadu ke Mapolres Banyumas agar pelaku segera ditangkap.

Para korban penipuan rekruitmen CPNS ini mendatangi Mapolres Banyumas, Jawa Tengah didampingi pengacara mereka, Rabu (25/4/2018) siang. Para korban yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap ini melaporkan Danang, warga Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Danang diduga telah melakukan penipuan dengan modus meminta uang dari para korban agar dapat diterima sebagai PNS.

Para korban ini mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp65 juta hingga Rp205 juta per orang. Karena dijanjikan Danang dengan jaminan jalur khusus untuk bisa diterima sebagai pegawai negeri, para korban pun percaya. Beberapa di antaranya bahkan menyetorkan uangnya secara tunai. Para korban ini berharap dengan jalur khusus penerimaan CPNS ini, anak-anak mereka bisa diterima sebagai PNS.

Menurut pengacara para korban, Saleh Darmawan, jumlah korban berkisar 400 orang, namun yang baru meminta bantuan hukum kurang lebih 75 orang. “Total kerugian, kemarin yang kami hitung saja dari 57 orang jumlahnya hampir Rp1 miliar. Korbannya dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap ini. Mereka dijanjikan bekerja di berbagai tempat. Ada yang di Pertamina, Pemkab Banyumas, Pemkab Purbalingga dan masih banyak lagi,” kata Saleh di Mapolres Banyumas Rabu (25/4/2018).

Kini para korban tersebut melapor ke Polres Banyumas, dengan alat bukti kuitansi. Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat yang dilakukan Danang. “Terlapor mengatakan punya jalur khusus untuk bisa lolos CPNS. Untuk lulusan S1 disuruh bayar Rp150 juta sementara lulusan SMA disuruh bayar Rp100 juta,” kata Kasun, salah seorang korban penipuan.

Menurut korban, mereka ditawarkan posisi sebagai pegawai negeri sipil antara lain di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), sebagai bidan, guru dan instansi pemerintahan lainnya untuk wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Untuk meyakinkan para korban, pelaku sempat mengumpulkan anak korban yang ingin menjadi PNS di rumahnya di Desa Kramat, Kecamatan Kembaran, Banyumas untuk pemberkasan. Bahkan beberapa korban sempat ditunjukkan nomor induk pegawai (NIP).

Penipuan yang dilakukan pelaku sejak 2015 ini sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak 2016 silam, namun hingga kini kasus ini belum juga menemui titik terang. Dan akhirnya, para korban kembali melaporkan terduga pelaku ke Polres Banyumas.


Editor : Himas Puspito Putra