Tunggu Hasil MK, Tokoh Agama di Kendal Serukan Warga Tetap Jaga Persatuan

Eddie Prayitno ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 18:09 WIB
Tunggu Hasil MK, Tokoh Agama di Kendal Serukan Warga Tetap Jaga Persatuan

Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang sengketa hasil Pemilu 2019. Tokoh agama di Kendal menyerukan agar warga tetap tenang dan menghormati putusan MK. (Foto: Dok.iNews.id)

KENDAL, iNews.id – Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menjaga suasana kondusif dan mendukung presiden yang dipilih rakyat hasil Pemilu 2019.

Ajakan tersebut disampaikan para kiai agar aksi demonstrasi menolak hasil pemilu yang berujung ricuh pada 22 Mei 2019 di Jakarta tidak terulang.

Pengasuh Ponpes Jabal Nur Asy’ari Kaliwungu, Ustadz Ali Nurudin meminta warga tetap cinta damai. “Secara tegas saya  menolak keras kerusuhan dan kekerasan yang terjadi di Jakarta 22 Mei silam. Warga Kendal harus cinta damai dan menjaga suasana kondusif serta mendukung presiden yang didukung rakyat melalui Pemilu,” ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Hal senada juga disampaikan Rois MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Patean, KH Abdul Chayyi. Dia meminta warga Kendal khususnya Kecamatan Patean untuk bersama-sama menjaga persatuan.

“Saya juga mengimbau warga Patean untuk menolak demo yang anarkis dan kerusuhan dalam sengketa Pilpres 2019. Warga tetap tenang dan bersama-sama menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK),” katanya.

BACA JUGA: Ulama Pemalang Ajak Masyarakat Terima Putusan MK

Imbauan tokoh masyarakat dan tokoh agama ini disampaikan, untuk menjaga suasana damai. Apalagi usai Lebaran, warga bersama-sama menjalin silaturahmi dan persatuan tidak ada perbedaan.

Ketua Majelis Taqlim Yusufa Desa Karangdowo Weleri Kendal, KH Mustakhim Yusuf dengan tegas mendukung TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. “Dengan ini saya menolak bentuk kekerasan dan kerusuhan. Tidak hanya itu, mengimbau masyarakat Kendal dan Weleri tetap tenang dan sabar menunggu hasil keputusan sidang MK atas gugatan pilpres,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki