UMK Jateng 2020 Diumumkan Rabu Pagi, Ganjar: 35 Kabupaten/Kota Sudah Clear

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Selasa, 19 November 2019 - 23:30 WIB
UMK Jateng 2020 Diumumkan Rabu Pagi, Ganjar: 35 Kabupaten/Kota Sudah Clear

UMK Jateng 2020 akan diumumkan Rabu (20/11/2019) ini. (Foto: ilustrasi)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menandatangani upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020, Selasa (19/11/2019). Rencananya, UMK itu diumumkan, Rabu (20/11/2019) pagi.

Ganjar mengatakan, seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah sudah mengirimkan rekomendasi besaran UMK di masing-masing wilayah.

Setelah menyampaikan ke ketua Dewan, Ganjar mengatakan segera meneken UMK 2020 dan mengumumkannya.

“Sebelum memutuskan ini juga kami sudah komunikasi dengan Jawa Timur bagaimana pelaksanaan di sana. Apakah upah yang diberikan cukup efektif. Seluruh bupati walikota sudah mengirim rekomendasi kepada kita berpedoman PP yang ada. Malam ini saya teken dan besok (Rabu, 20/11) kita siap rilis," kata Ganjar, Selasa (19/11/2019).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Tetapkan UMK Jateng 2019, Semarang Sebesar Rp2.498.587

Ganjar memastikan seluruh UMK tersebut sudah menepati kebutuhan hidup layak (KHL) daerah masing-masing. Meskipun dalam proses penetapannya terjadi silang pendapat di Dewan Pengupahan.

“35 kabupaten kota sudah clear. Ada beberapa (anggota dewan pengupahan) yang sedikit tidak persis, namun semua sepakat. Semua sudah KHL. Dari hutang-hutang KHL tahun lalu, sudah terpenuhi semua," katanya.

Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto mengatakan Pemprov Jateng telah taat regulasi, yakni sesuai dengan PP 78.

Untuk itu, kata dia, DPRD Jateng menyepakati usulan eksekutif yang telah berkoordinasi dengan pemkab/pemkot dan Dewan Pengupahan terkait UMK 2020.

“Regulasi yang harus kita taati untuk mengatur satu sistem. Kalau dilihat dari regulasi sudah benar. Kami menyepakati usulan eksekutif tentang UMK.Besaran Upah Minimum Kabupaten/kota 2020," kata Bambang.

BACA JUGA: Industri Sepatu yang Siap Relokasi Buka Peluang Bertahan di Banten, Ini Syaratnya

Dalam konsultasi tersebut, Gubernur didampingi Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Susi Handayani.

Ganjar memaparkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-M/308/HI.01.00/X/2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019 tanggal 15 Oktober 2019 sebesar 8,51%.

Rinciannya, inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%, serta atas dasar sidang pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 21 Oktober 2019 menyepakati besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jateng 2020 ditetapkan sebesar Rp1.742.015,22.

Bambang mengapresiasi kondusivitas selama proses penetapan UMK itu. Kondusivitas tersebut saat ini menjadi salah satu hal istimewa bagi Jawa Tengah yang diminati oleh investor.

Bambang menyebutkan, beberapa daerah telah menyampaikan karena kondusivitas itu banyak perusahaan beralih ke Jawa Tengah, termasuk yang dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Beberapa daerah yang terjadi hiruk pikuk tenaga kerja, pada pindah. Semua menyampaikan banyak perusahaan pindah ke Jawa Tengah," ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki