Usai Hujan Badai, 3 Kawasan di Kota Semarang Terendam Banjir

Antara ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 01:10 WIB
Usai Hujan Badai, 3 Kawasan di Kota Semarang Terendam Banjir

Sejumlah pengguna jalan menerjang banjir di Terowongan Kaligawe, Semarang, Jateng. (Foto: Dok.iNews.id)

SEMARANG, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang, Senin (3/12/2018) sore, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, baik jalan protokol maupun permukiman warga.

Banjir terpantau menggenangai kawasan Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo dengan ketinggian bervariasi antara 20-40 centimeter akibat luapan air Sungai Banjirkanal Timur (BKT) Semarang.

"Curah hujan hari ini tadi memang sangat tinggi. Menyebabkan meluapnya Sungai BKT," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto.

Agus menjelaskan, sebenarnya banjir di permukiman warga cukup tertolong dengan proyek normalisasi Sungai BKT yang ditunjang dengan pembangunan tembok pembatas di sepanjang aliran sungai tersebut.

"Kalau dulu belum ada tembok kan air langsung meluap ke sini. Sekarang sudah ada tembok, air tidak sampai melampaui tembok, tapi malah lewat jalur ke luar masuk truk," katanya.

BACA JUGA:

Hujan Badai Landa Kota Semarang, Stasiun Tawang Kebanjiran

Hujan Badai di Semarang, 2 Pesawat Harus Berputar-putar di Langit

Terowongan Tol Kaligawe Semarang Kebanjiran, Jalanan Macet Parah

Saat ini, BPBD dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana masih berupaya memompa air di wilayah Sawah Besar, Kaligawe, dan Mlatiharjo agar segera surut.

"Ya, kan karena belum jadi (normalisasi). Jadi, masih dipakai keluar masuk truk. Ketika meluap, ini jadi lewat air. Kami masih pompa, sudah terus surut," katanya.

Meski sudah surut, ia mengaku tetap mewaspadai limpahan air Sungai BKT yang bisa kembali terjadi jika hujan deras kembali turun mengguyur Kota Semarang dan Ungaran.

Dia mengakui, curah hujan pada Senin sore sangat besar, disertai dengan angin kencang yang menyebabkan banyak pohon di pinggir-pinggir jalan protokol di Semarang tumbang.

Banjir yang mengggenangi jalan-jalan protokol, kata dia, lebih diakibatkan tingginya debit hujan dan drainase kurang lancar, namun sekarang ini terpantau sudah berangsur surut. "Kalau pohon tumbang memang banyak sekali. Tadi, saya dapat laporan ada juga kejadian longsor di daerah Jomblang. Namun, tidak ada korban jiwa," kata Agus.


Editor : Kastolani Marzuki